
05 Sep Tidak Hanya Oli Mesin, Oli Transmisi Juga Harus Diganti
Tidak Hanya Oli Mesin, Oli Transmisi Juga Harus Diganti
Layaknya oli mesin, oli transmisi juga harus diganti secara berkala. Tidak sedikit pemilik kendaraan yang tidak memperhatikan bagian ini. Biasanya pemilik hanya mementingkan penggantian oli mesin saja, karena kurangnya informasi mengenai pelumasan di sektor lain kendaraan miliknya. Seperti yang kita tahu, ada beberapa jenis oli yang dipakai dalam sebuah kendaraan khususnya mobil.
Salah satunya tentu oli transmisi seperti yang sudah disebutkan di atas. Dilihat dari fungsinya, oli transmisi bertugas untuk melumasi komponen internal yang terdiri dari beberapa gear. Gear-gear tersebut saling bergesekan satu sama lain, bila tidak ada pelumasan maka akan mengalami keausan. Hal ini tentu membuat transmisi tidak bekerja secara ideal. Kondisi ini berlaku untuk kendaraan bertransmisi manual dan matik. Tanpa adanya pelumasan pada transmisi cepat atau lampat pasti terjadi kerusakan komponen. Sudah hampir pasti biaya yang dikeluarkan tidak sedikit untuk mengganti komponen internalnya.
Baca juga : 5 Alasan Mengapa Orang Salah Memilih Oli Mobil
Beberapa gejala kerap muncul saat oli transmisi minta diganti seperti suara mesin yang lebih kasar, lampu indikator oli menyala dan akselerasi mobil mejadi lebih berat. Mencegah sebelum gejala-gejala ini timbul, ada baiknya oli transmisi dianjurkan melakukan penggantian setiap 40.000 Km. Tentu dengan penggantian oli transmisi secara rutin membuat performanya tetap ideal dan minim risiko kerusakan pada komponen internal.
Khusus untuk transmisi mobil matik, untuk menjaga performanya selalu ideal salah satu caranya adalah dengan mengganti oli transmisi bermutu tinggi untuk gearbox transmisi otomatis dan powershift. Deltalube 799 ATF cocok untuk digunakan kendaraan yang memenuhi persyaratan spesifikasi transmisi Dexron III.