
01 Mei Mengenal Aditif Deterjen pada Oli Mesin, Apakah Bisa Membersihkan Mesin?
Mengenal Aditif Deterjen pada Oli Mesin, Apakah Bisa Membersihkan Mesin?
Kita semua setuju, bahwa oli adalah bagian yang sangat penting bagi mesin. Oli mampu mencegah komponen mesin dari keausan dan macet akibat gesekan dan panas tinggi. Komponen utama dari oli mesin adalah base oil dan juga aditif. Aditif berfungsi untuk mengubah atau meningkatkan karakteristik parameter tertentu dalam base oil.
Pada oli mesin, banyak terdapat jenis aditif. Sebut saja antioksidan, anti-wear, friction modifier, deterjen, dispersan dan masih banyak yang lain. Pada kesempatan ini, kami akan bahas mengenai aditif deterjen. Apakah fungsinya sama seperti deterjen untuk mencuci pakaian? Lantas apakah aditif deterjen pada oli mesin ini bisa membersihkan komponen internal mesin? Yuk simak selengkapnya.
Aditif deterjen dalam oli mesin adalah senyawa kimia basa (terutama berbasis kalsium atau magnesium) yang mencegah penumpukan endapan lumpur (sludge), varnish, dan karbon pada bagian mesin bersuhu tinggi. Zat ini bertindak sebagai surfaktan dan menetralkan kontaminan asam untuk mencegah korosi. Aditif deterjen bekerja bersama aditif dispersan untuk menjaga agar kontaminan tetap tersuspensi dalam oli.
Aditif deterjen bersifat basa, sehingga berfungsi sebagai penetralisir kontaminan asam yang mungkin muncul dalam oli. Di masa lalu, deterjen ini berbasis barium, namun kimia modern telah memungkinkan produsen untuk beralih ke formulasi yang berbeda. Saat ini, sebagian besar aditif menggunakan kimia berbasis kalsium atau kimia berbasis magnesium.
Saat oli mengalami oksidasi, oli akan mulai mengumpulkan asam. Seiring penumpukan asam ini, Angka Asam Total (TAN) oli akan meningkat. Deterjen basa dan alkali akan menetralkan asam dan mengurangi TAN. Namun seiring penggunaan aditif deterjen, Angka Basa Total (TBN) akan menurun hingga oli perlu diganti. Oleh karena itu, pengukuran TBN sangat penting untuk kinerja mesin dan efektivitas pelumas.
Baca Juga : Apa itu Friction Modifer
Dalam aplikasi suhu tinggi, senyawa logam meninggalkan endapan abu saat terbakar. Aditif deterjen digunakan untuk membersihkan endapan ini. Namun, dispersant juga disertakan untuk membantu agar partikel jelaga mesin tetap tersuspensi dan mencegah penggumpalan (pembentukan endapan jelaga yang lebih besar). Jadi singkatnya, aditif deterjen itu bukan berfungsi untuk membersihkan mesin yang sudah kotor dan berkerak ya. Namun sifatnya hanya menjaga mesin agar tetap bersih dari potensi endapan sludge, varnish, dan juga abu hasil pembakaran. Jangan salah paham lagi ya.