
15 Jun Terpaksa Pindah Oktan, Begini Cara Amannya
Terpaksa Pindah Oktan, Begini Cara Amannya
Kadang karena satu kondisi memaksa kita menerapkan suatu prinsip, salah satunya ekonomi. Seperti kenaikan harga BBM yang saat ini terjadi. Pastinya pemilik kendaraan putar otak untuk berperilaku hemat. Pilihan jatuh kepada menurunkan kadar BBM yang semula menggunakan RON 92 beralih ke RON 90. Hal ini bisa saja dilakukan dengan berbagai risiko tentunya. Yang juga penting diingat, peralihan tidak boleh serta-merta begitu saja dilakukan. Kami akan jabarkan hal apa saja yang harus diperhatikan.
Sebelum melakukan transisi, wajib tahu apa yang akan berubah pada kendaraan. RON 90 ditujukan untuk mesin dengan rasio kompresi 9:1 hingga 10:1. Jika kendaraan Anda memiliki kompresi di atas 10:1 hingga 11:1 (biasanya mobil/motor keluaran terbaru atau mesin turbo), memaksa menggunakan RON 90 berisiko menyebabkan penurunan performa jangka panjang. RON 92 dilengkapi dengan formula yang membersihkan kerak mesin. RON 90 tidak memiliki aditif pembersih sekuat RON 92, sehingga endapan karbon akan lebih cepat menumpuk di ruang bakar.
Cara terbaik untuk pindah BBM adalah melakukan degradasi oktan secara bertahap, bukan langsung mengosongkan tangki lalu mengisinya penuh dengan RON 90 dalam sekali waktu. Mesin dengan sistem Electronic Control Unit (ECU) pada kendaraan injeksi membutuhkan waktu untuk mendeteksi perubahan kualitas bahan bakar.
Langkah pertama, saat Ron 92 di tangki Anda tersisa sekitar 25%, isi tangki dengan RON 90 hingga penuh. Di fase ini, campuran di dalam tangki akan menghasilkan bahan bakar dengan oktan bayangan sekitar RON 91. Ini memberikan waktu bagi ECU untuk menyesuaikan timing pengapian. Tahap ini dilakukan sebanyak dua kali agar kadar oktan di dalam tangki kini sudah dominan RON 90. Pengisian seterusnya, Anda sudah bisa menggunakan RON 90 secara penuh tanpa khawatir komputer mobil “kaget” atau malafungsi deteksi sensor oktan.
Kendaraan modern memiliki otak elektronik bernama ECU. ECU ini merekam kebiasaan mengemudi dan jenis BBM yang digunakan (learning value). Karena RON 92 memiliki pembakaran yang lebih lambat dan presisi, ECU telah mengatur timing percikan busi secara optimal untuk RON 92. Saat pindah ke RON 90, pembakaran menjadi lebih cepat meledak. Agar ECU langsung mendeteksi perubahan ini tanpa menunggu waktu berminggu-minggu. Cabut kabel aki kutub negatif (-) selama sekitar 5–10 menit, lalu pasang kembali. Ini akan menghapus memori jangka pendek ECU dan memaksanya membaca ulang kualitas bahan bakar yang baru masuk.
Baca Juga : Mau Turun Bahan Bakar RON Tinggi ke RON Rendah? Ini Dampaknya ke Mesin
Karena RON 90 menghasilkan residu karbon yang lebih banyak dibandingkan RON 92, Anda harus mengompensasinya dengan perawatan yang lebih ketat. Setiap 5.000 atau 10.000 km sekali, tuangkan cairan pembersih ruang bakar yang berkualitas ke dalam tangki bensin saat pengisian penuh. Ini berfungsi menggantikan hilangnya zat aditif pembersih yang tadinya didapatkan dari RON 92. Kerak karbon akibat penurunan oktan biasanya akan menumpuk di ujung busi. Jika busi hitam dan kotor, percikan api melemah, membuat konsumsi RON 90 justru menjadi jauh lebih boros. Bersihkan atau ganti busi sesuai jadwal.