Mau Turun Bahan Bakar RON Tinggi ke RON Rendah - Ini Dampaknya ke Mesin

Mau Turun Bahan Bakar RON Tinggi ke RON Rendah? Ini Dampaknya ke Mesin

Mau Turun Bahan Bakar RON Tinggi ke RON Rendah? Ini Dampaknya ke Mesin

Di tengah fluktuasi harga bahan bakar, sebagian pemilik kendaraan mungkin mempertimbangkan untuk beralih dari bahan bakar beroktan tinggi ke bahan bakar beroktan lebih rendah untuk menghemat pengeluaran. Namun, sebelum Anda mengambil keputusan tersebut, penting untuk memahami bagaimana penurunan RON ini mempengaruhi kesehatan dan performa mesin kendaraan Anda dalam jangka panjang.

Angka Oktan atau Research Octane Number (RON), menunjukkan kemampuan bahan bakar untuk menahan tekanan sebelum terbakar secara spontan. Semakin tinggi rasio kompresi mesin, semakin tinggi pula angka RON yang dibutuhkan. Menggunakan bahan bakar yang tidak sesuai dengan spesifikasi rasio kompresi mesin dapat memicu berbagai masalah teknis. Jika mesin kendaraan Anda dirancang untuk minum bahan bakar oktan tinggi misalnya rasio kompresi 10:1 ke atas, lalu dipaksa menggunakan oktan rendah, berikut adalah dampak yang akan terjadi:

Pertama adalah terjadinya knocking atau ngelitik. Ini adalah dampak paling instan. Bahan bakar beroktan rendah akan terbakar lebih cepat akibat tekanan kompresi piston, sebelum busi memercikkan api. Hasilnya adalah ketukan atau suara “ngelitik” pada ruang bakar.

Selanjutnya adalah penurunan performa mesin. Di mesin modern, sensor knock akan mendeteksi jika terjadi knocking, dan memerintahkan ECU untuk memundurkan waktu pengapian. Hal ini membuat akselerasi terasa berat dan tenaga mesin berkurang.

Penggunaan oktan bahan bakar yang tidak sesuai juga akan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros, Karena tenaga yang dihasilkan tidak optimal. Pengemudi cenderung menekan atau memutar gas lebih dalam untuk mendapatkan kecepatan yang diinginkan. Pada akhirnya, konsumsi bahan bakar justru menjadi lebih boros.

Penumpukan kerak karbon karena pembakaran yang tidak sempurna akibat ketidaksesuaian oktan juga bisa terjadi. Akan muncul sisa karbon di kepala piston, katup, dan busi dan hal ini dapat menurunkan efisiensi mesin. Potensi kerusakan komponen internal mesin juga bisa terjadi, jika kondisi ini terjadi dalam jangka panjang. Detonasi atau knocking yang konstan, dapat menyebabkan kerusakan parah pada komponen mesin, seperti piston berlubang, ring piston aus, hingga stang piston bengkok akibat tekanan kejut yang ekstrem.

Sebelum menurunkan RON bahan bakar, selalu cek spesifikasi rasio kompresi mesin kendaraan Anda di buku manual. Mesin Kompresi Tinggi (di atas 9.5:1 atau 10:1): Sangat tidak disarankan menggunakan RON rendah. Risiko kerusakan mesin jauh lebih besar daripada penghematan biaya bahan bakar.

Baca Juga : Sesuaikan RON BBM Kendaraan Biar Optimal

Mesin Kompresi Rendah (di bawah 9:1): Umumnya aman menggunakan RON lebih rendah, meskipun performa tetap optimal pada oktan yang direkomendasikan pabrikan. Jika Anda terpaksa beralih karena situasi darurat, lakukan secara bertahap dan pastikan untuk tidak membebani mesin secara berlebih (hindari akselerasi mendadak atau RPM tinggi). Segera kembali ke bahan bakar yang sesuai standar kompresi mesin untuk menjaga keawetan komponen kendaraan Anda.