
19 Jun Panduan Memilih Oktan BBM yang Cocok Dengan Kompresi Mesin
Panduan Memilih Oktan BBM yang Cocok Dengan Kompresi Mesin
Tidak sedikit pemilik kendaraan yang terjebak mitos bahwa “makin tinggi oktan (RON), makin bagus untuk semua kendaraan.” Ini keliru. Mengisi bensin beroktan tinggi pada mesin berkompresi rendah justru membuang uang dan memicu penumpukan kerak. Sebaliknya, mengisi bensin beroktan rendah pada mesin berkompresi tinggi memicu kerusakan fatal.
Memilih bahan bakar minyak (BBM) yang tepat bukan sekadar memilih mana yang paling murah atau mana yang paling mahal. Kunci utama dari kesehatan mesin, efisiensi konsumsi bahan bakar, dan optimalnya tenaga kendaraan terletak pada satu angka matematis, yakni Rasio Kompresi Mesin. Kami akan bagikan sedikit tips cara memilih bahan bakar yang paling pas sesuai dengan rasio kompresi mesin kendaraan Anda.
Untuk memahami cara memilihnya, kita harus tahu prinsip kerjanya terlebih dahulu. Rasio Kompresi adalah perbandingan volume ruang bakar dari posisi piston di titik terendah (TMB) hingga posisi piston di titik tertinggi (TMA). Semakin tinggi rasionya, semakin padat campuran udara dan bensin sebelum diledakkan oleh busi. Sedangkan nilai oktan (RON – Research Octane Number) adalah angka yang menunjukkan seberapa kuat bahan bakar menahan tekanan/kompresi sebelum ia terbakar dengan sendirinya (tanpa percikan busi). Hukum Dasarnya, semakin tinggi kompresi mesin, semakin besar tekanan di ruang bakar, sehingga membutuhkan bensin dengan oktan yang lebih tinggi agar tidak meledak terlalu dini.
Baca Juga : Terpaksa Pindah Oktan, Begini Cara Amannya
Berikut adalah tabel klasifikasi standar pabrikan untuk mencocokkan rasio kompresi mesin kendaraan dengan jenis BBM yang beredar di Indonesia:
Rasio Kompresi Mesin Standar Oktan (RON)
– 9:1 s.d 10:1 RON 90
– 10:1 s.d 11:1 RON 92
– 11:1 s.d 12:1 RON 95
– 12:1 ke atas RON 98
Ada tiga cara mudah untuk mengecek berapa rasio kompresi kendaraan Anda. Bisa lewat informasi di buku manual pemilik, website resmi pabrikan dan informasi pada indikator di tutup tangki. Biasanya pabrikan menempelkan stiker di balik tutup tangki bensin berupa peringatan “Minimum RON 92” atau “Unleaded Fuel Only”.