
17 Jun Dampak Campur Bahan Bakar RON Tinggi dengan RON Rendah, Aman atau Berbahaya?
Dampak Campur Bahan Bakar RON Tinggi dengan RON Rendah, Aman atau Berbahaya?
Bagi sebagian pemilik kendaraan, mencampur bahan bakar minyak dengan Research Octane Number (RON) berbeda adalah hal yang lumrah. Alasan paling klasik adalah ingin mendapatkan performa BBM RON tinggi, tapi dengan harga yang lebih hemat karena dioplos dengan RON rendah. Pertanyaannya, apakah metode “oplosan” ini aman untuk mesin kendaraan, atau justru menjadi bom waktu yang merusak komponen internal? Mari kita bedah faktanya.
Bagaimana Hasil Akhir Nilai Oktan yang Dicampur?
Banyak orang mengira jika mencampur RON 90 dan RON 92 dengan perbandingan 1:1, maka otomatis nilai oktannya menjadi RON 91. Secara matematika sederhana, ya. Namun secara kimiawi di dalam tangki, nilainya tidak selalu linier sempurna. Nilai oktan akhir sangat bergantung pada komposisi kimia dasar (base blend) dari masing-masing pabrikan. Yang pasti, Anda tidak akan mendapatkan performa murni dari BBM RON tinggi tersebut karena kualitasnya sudah “diencerkan”.
Dampak Buruk Mencampur BBM RON Berbeda
Alih-alih hemat, mencampur BBM yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan justru bisa memicu masalah seperti terjadinya knocking atau ngelitik. Mesin modern dirancang dengan rasio kompresi spesifik yang membutuhkan BBM dengan ketahanan tekanan tertentu. Jika Anda menggunakan kendaraan dengan kompresi tinggi (yang harusnya menggunakan RON 92 ke atas) lalu mencampurnya dengan RON 90, campuran tersebut berisiko terbakar lebih awal sebelum busi memercikkan api. Ini yang disebut pre-ignition atau ngelitik.
Baca Juga : Sesuaikan RON BBM Kendaraan Biar Optimal
Aman atau Berbahaya?
Jika dilakukan dalam keadaan darurat, misalnya kehabisan bensin di daerah pelosok dan RON yang biasa digunakan tidak tersedia, mencampur BBM relatif aman untuk sementara waktu. Mesin modern masih bisa menoleransi hal ini berkat bantuan ECU. Namun, jika dijadikan kebiasaan sehari-hari demi alasan menghemat uang, tindakan ini tidak direkomendasikan bagi kesehatan jangka panjang mesin.