
28 Nov Sesuaikan RON BBM Kendaraan Biar Optimal
Sesuaikan RON BBM Kendaraan Biar Optimal
Dalam usaha merawat sebuah kendaraan, bukan hanya sekadar rajin mengganti sparepart yang sudah rusak saja. Bisa juga dari sisi apa yang dibutuhkan dari sebuah kendaraan tersebut, hal ini penting agar semua komponen bisa bekerja dengan optimal. Salah satunya adalah dengan memberikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
Rasanya sudah menjadi keharusan bagi pemilik kendaraan mengerti jenis BBM yang cocok untuk tunggangannya khususnya bensin. Tentu hal ini bertujuan untuk mendapatkan efisiensi proses pembakaran di mesin dan berujung pada performa yang baik. Untuk mendapatkan informasi BBM yang tepat untuk kendaraan, yang paling mudah adalah lewat buku manual atau melihat website resmi dari kendaraan tersebut.
Informasi yang harus diketahui adalah rasio kompresi mesin. Sejatinya nilai rasio kompresi mesin menjadi faktor penentu jenis BBM apa yang harus diberikan. Menjadi penting karena semakin tinggi rasio kompresi mesin, semakin tinggi pula RON BBM yang dibutuhkan. Seperti yang kita ketahui, RON (Research Octane Number) BBM yang umum ada di SPBU di Indonesia adalah RON 90, 92, 95 dan 98.
Kami akan memberikan panduan BBM jenis apa yang cocok kendaraan Anda berdasarkan rasio kompresi mesin, sebagai berikut:
RON 90
Sejauh ini, BBM dengan nilai RON 90 adalah yang terendah. Sebelumnya ada RON 88, namun telah dihapuskan. RON 90 cocok dengan kendaraan dengan rasio kompresi mesin 9:1 – 10:1. Nilai RON 90 adalah salah satu yang banyak dikonsumsi di Indonesia.
RON 92
RON 92 juga menjadi salah satu yang umum digunakan kendaraan di Indonesia. Hal ini karena memang cocok dengan spesifikasi kendaraan yang beredar. RON 92 cocok dengan kendaraan dengan rasio kompresi 10:1 – 11:1.
RON 95
Kendaraan yang menggunakan RON 95, umumnya adalah mobil premium. Spesifikasi mesin canggih menjadi kelebihannya. RON 95 cocok untuk rasio kompresi mesin 11:1 – 12:1.
RON 98
Di level ini, kendaran yang menggunakannya dengan nilai rasio kompresi mesin 12:1 atau lebih.
Baca juga : Pengaruh Oktan Bahan Bakar Terhadap Mesin