
08 Jun Intip Dampak Bearing Kendaraan Minim Pelumasan
Intip Dampak Bearing Kendaraan Minim Pelumasan
Dalam sistem penggerak kendaraan, bearing atau yang lebih akrab disebut laher punya peran sangat penting. Baik pada roda, mesin, maupun transmisi, tugas utama bearing adalah mengurangi gesekan antara dua komponen yang saling berputar. Untuk menjalankan tugasnya dengan sempurna, bearing sangat bergantung pada pelumas. Ketika pelumasan berkurang atau kering, gesekan antar-logam tidak dapat dihindari, dan hal ini memicu kerusakan serius.
Peningkatan Suhu
Fungsi utama pelumas adalah menciptakan lapisan film tipis yang mencegah kontak langsung antara bola baja (ball/roller) dengan dinding rumah bearing. Tanpa pelumas, gesekan antar-logam akan menghasilkan panas dalam waktu singkat. Panas ekstrem ini menyebabkan komponen logam pada bearing memuai. Akibatnya, celah toleransi hilang, membuat putaran bearing semakin seret dan menciptakan panas yang jauh lebih besar.
Cepat Aus dan Kerusakan Fisik
Kekurangan pelumas akan langsung merusak struktur fisik bearing. Lapisan material pada bola atau dinding bearing mulai retak dan mengelupas akibat gesekan mekanis tanpa peredam. Serpihan logam yang mengelupas akan ikut berputar dan menggores komponen bearing lainnya, menciptakan jalur-jalur rusak yang membuat putaran tidak mulus. Rumah yang menjaga jarak antar-bola baja bisa bengkok atau patah karena tidak kuat menahan panas dan gesekan.
Timbulnya Suara Bising dan Getaran
Gejala ini adalah awal yang paling mudah disadari oleh pengemudi. Kontak kasar antar-logam yang rusak akan menghasilkan suara dengungan yang intensitasnya meningkat seiring bertambahnya kecepatan kendaraan. Jika terjadi pada bearing roda, kerusakan fisik yang membuat putaran tidak stabil akan menyalurkan getaran hingga ke setir atau lantai kendaraan, mengurangi kenyamanan berkendara secara drastis.
Efek pada Komponen Lain
Bearing yang rusak akibat kurang pelumas tidak akan hancur sendirian. Ia akan menarik komponen lain di sekitarnya ke dalam pusaran kerusakan. Jika bearing mulai macet, ia bisa ikut memutar poros atau rumah bearing yang seharusnya diam. Hal ini membuat poros terkikis dan longgar. Panas tinggi akan membuat seal karet di sekitar bearing mengeras, retak, dan hancur. Akibatnya, kotoran luar mudah masuk dan sisa pelumas yang ada akan habis total.
Bearing Mengunci dan Roda Copot
Dampak paling berbahaya dari melupakan pelumasan bearing terjadi ketika kendaraan dipaksa berjalan dalam kecepatan tinggi saat bearing sudah sangat panas. Panas ekstrem dapat membuat bola-bola baja meleleh atau memuai hingga titik di mana mereka mengunci secara total. Jika bearing roda mengunci mendadak saat kecepatan tinggi, roda akan berhenti berputar secara instan. Hal ini dapat menyebabkan kendaraan melintir, terbalik, atau dalam beberapa kasus ekstrem pada truk/mobil, panas tersebut dapat mematahkan as roda hingga menyebabkan roda lepas di jalan.
Baca Juga : Tipe Bearing Terbaik untuk Roda Sepeda Motor
Untuk pelumasan terbaik pada bearing kendaraan, kami sarankan untuk menggunakan produk Deltalube. Deltalube 056 General Purpose Grease EP 2 adalah grease serbaguna yang dirancang untuk pemakaian industri, otomotif, armada tugas berat, dan peralatan pertanian. Menggunakan thickener Lithium Complex yang dikenal memiliki ketahanan terhadap air (water resistant) untuk membantu menjaga performa pelumasan pada berbagai kondisi kerja.