
17 Jan Mengenal Aquaplaning pada Kendaraan dan Cara Pencegahannya
Mengenal Aquaplaning pada Kendaraan dan Cara Pencegahannya
Sebagian besar daerah di Indonesia sudah memasuki musim hujan. Akibatnya, banyak kita temukan genangan air di jalan raya yang bisa menyebabkan terjadinya aquaplaning pada mobil maupun sepeda motor. Apa sih itu aquaplaning? Dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak artikel ini selengkapnya.
Aquaplaning terjadi ketika roda kendaraan kehilangan traksi atau daya cengkeram dengan jalan, akibat adanya genangan air. Genangan air menyebabkan roda melayang, karena ada lapisan air diantara ban dan permukaan jalan. Fenomena Aquaplaning atau hydroplaning, umumnya terjadi pada kecepatan tinggi. Karena ban tidak mendapatkan traksi dengan jalan, pengemudi tidak mendapatkan kontrol pada kendaraan. Kendaraan jadi tidak bisa dikemudikan, dan sulit dihentikan. Kondisi ini tentu sangat berbahaya, dan bisa menyebabkan kecelakaan jika tidak ditangani dengan tepat.
Salah satu faktor yang bisa menyebabkan terjadinya aquaplaning adalah kondisi ban yang sudah tidak ideal. Kembangan ban yang sudah aus, tidak lagi maksimal dalam kemampuannya membuang air. Sehingga sangat penting bagi kita untuk selalu mengecek level keausan ban lewat thread wear indicator (TWI).
Baca juga : Mengatasi Motor Mogok Saat Hujan
Selain keausan ban, tekanan angin ban juga berperan terhadap potensi terjadinya aquaplaning. Tekanan ban yang terlalu tinggi, membuat lebar tapak ban yang bersentuhan dengan jalan menjadi lebih kecil. Sehingga daya cengkraman ban jadi berkurang dan meningkatkan terjadinya aquaplaning. Selain kondisi ban, faktor lain yang bisa menyebabkan terjadinya aquaplaning adalah kecepatan kendaraan di saat hujan. Semakin tinggi kecepatan kendaraan, semakin tinggi pula potensi terjadi aquaplaning ketika kendaraan melewati genangan air. Sudah paham kan Bro Deltalube, hati-hati dalam berkendara ya.