Cairan yang Kerap Muncul Di Kolong Mobil

Cairan yang Kerap Muncul Di Kolong Mobil, Apa Saja?

Cairan yang Kerap Muncul Di Kolong Mobil, Apa Saja?

Menemukan tetesan cairan di lantai garasi atau kolong mobil seringkali membuat pemilik panik. Namun, tidak semua kebocoran berarti kerusakan fatal. Setiap cairan pada mobil memiliki warna, tekstur, dan aroma yang khas untuk membantu kita mengidentifikasi sumbernya. Kami akan “bocorkan” detail untuk mengenali jenis-jenis cairan yang kerap muncul di kolong mobil.

Air Bening

Jika cairan yang jatuh terlihat bening seperti air biasa dan tidak berbau, besar kemungkinan itu adalah hasil kondensasi dari sistem AC mobil yang bisa dibilang normal terjadi. Evaporator AC melepaskan kelembapan saat mendinginkan kabin. Biasanya menetes di area depan bawah dasbor atau sisi penumpang depan. Ini adalah tanda bahwa sistem AC Anda bekerja dengan baik.

Cairan Berwarna Merah (Transmisi/Power Steering)

Cairan ini biasanya memiliki tekstur yang licin dan berminyak. Kebocoran pada transmisi otomatis atau sistem power steering. Berwarna merah terang (baru) atau cokelat kemerahan (lama). Memiliki bau khas hidrolik yang agak tajam. Waspada jika oli transmisi habis, mobil bisa sulit berpindah gigi atau bahkan tidak bisa jalan.

Cairan Hijau, Kuning, atau Pink (Radiator Coolant)

Cairan ini sangat mudah dikenali karena warnanya yang mencolok dan teksturnya yang agak lengket. Kebocoran pada radiator, selang radiator, atau pompa air (water pump). Terasa agak manis di hidung (bau etilen glikol). Sangat berbeda dengan oli karena tidak terlalu licin. Jangan abaikan kebocoran ini karena dapat menyebabkan mesin overheat (panas berlebih) dan merusak mesin secara permanen.

Oli Mesin

Bisa dibilang ini adalah kebocoran yang paling umum terjadi pada kendaraan yang sudah berumur. Kerusakan pada seal mesin, paking atau baut pembuangan oli yang kurang rapat. Berwarna cokelat kekuningan (oli baru) hingga hitam pekat (oli lama). Sangat licin dan baunya sulit hilang di tangan. Kebocoran kecil mungkin belum berdampak langsung, namun jika dibiarkan, tekanan oli bisa drop dan merusak komponen dalam mesin.

Baca Juga : Penyebab Dan Dampak Oli Transmisi Manual Mobil Bocor

Cairan Kuning atau Bening Kental

Cairan ini sangat krusial bagi keselamatan berkendara. Kebocoran pada master rem, kaliper, atau selang rem yang retak. Teksturnya kental, licin, dan memiliki bau kimia yang sangat tajam. Cairan ini bersifat korosif dan dapat merusak cat mobil jika terkena bodi. Jika menemukan tetesan ini di dekat roda atau bagian tengah bawah, jangan kendarai mobil dan segera panggil teknisi.