
06 Mei Cara Menyimpan Cairan Rem yang Baik dan Benar
Cara Menyimpan Cairan Rem yang Baik dan Benar
Salah satu cairan penting dalam dunia otomotif adalah cairan rem. Cairan rem berfungsi sebagai media fluida untuk mengoperasikan sistem pengereman. Memang tidak semua rem menggunakan cairan rem. Pada rem belakang sepeda motor jenis teromol, sistem pengereman masih mengandalkan tenaga mekanis lewat besi atau tali penarik. Namun untuk sistem rem cakram di otomotif, sudah seluruhnya menggunakan sistem hidrolik yang digerakan melalui tekanan cairan rem.
Nah, cairan rem ini berbeda dengan air ataupun oli. Material utama dari cairan rem adalah glycol ataupun silicon. Nah karakteristik kimia dari cairan rem ini unik. Cairan rem memiliki sifat higroskopis atau mengikat kelembaban atau kandungan air.
Sifat higroskopis pada cairan rem ini dibuat bukan tanpa alasan. Cairan rem dirancang untuk menarik air guna menghindari terbentuknya endapan air, yang dapat membeku dalam cuaca dingin atau mendidih seketika di bawah panas, yang bisa menyebabkan kegagalan fungsi rem. Selain itu juga untuk mencegah korosi di titik tertentu. Dengan menyerap kelembapan, cairan rem akan menyebarkan air ke seluruh sistem daripada membiarkannya mengendap di satu titik, yang akan menyebabkan korosi lokal yang parah.
Baca Juga : Dampak Yang Bisa Terjadi Bila Minyak Rem Lama Tidak Diganti
Karena sifat higroskopis ini, maka perlu penanganan khusus dalam menyimpan cairan rem. Jika kita sudah membuka cairan rem, maka segel penutupnya pasti akan rusak. Untuk itu, kita wajib menutup rapat minyam rem ketika ingin disimpan. Penyimpanan akan lebih baik jika botol cairan rem tersebut kita masukan ke dalam plastik zip lock, untuk semakin mencegah udara masuk ke dalam cairan rem. Saat menggunakan cairan rem, hindari membiarkan botol terbuka dalam waktu lama. Simpan juga cairan rem di tempat yang sejuk dan hindari paparan matahari langsung.