kaca retak

Kerusakan Kaca Depan Mobil

Cermati Penyebab Kerusakan Kaca Mobil

Kaca depan mobil memang rawan terhadap kerusakan. Perlu diwaspadai beberapa jenis kerusakan kaca depan mobil agar tidak mengganggu pandangan. Seperti baret, retak, atau pecah. Sebagai pengguna mobil, tentu perlu mengenali tipe kerusakan dan bagaimana mencegah kerusakan kaca depan mobil.

Salah satu penyebab kerusakan kaca depan mobil adalah wiper. Pada kondisi normal, wiper justru membantu saat hujan. Tapi ketika wiper sudah rusak dan dibiarkan, bisa berubah menjadi musuh kaca depan mobil yakni membuat baret.

Untuk menghindarinya, jangan langsung mengaktifkan wiper ketika gerimis baru turun. Kotoran kecil dan keras yang kerap menempel di kaca akan turut diseka oleh wiper itu sehingga menimbulkan baret.

Sebaiknya, sebelum mengaktifkan wiper, semprotkan air washer beberapa kali. Sebaiknya cek secara berkala kondisi karet wiper atau kotoran yang menempel. Segera ganti ketika karet sudah tidak elastis atau retak.

Sementara kerusakan kaca depan berupa retak atau pecah bisa disebabkan benda yang bertumbukan dengan kaca depan. Seperti batu atau kerikil yang terpental mengenai kaca depan mobil. Meski ukurannya kecil, kerikil mampu membuat kaca depan retak atau pecah karena bertumbukan dengan kaca pada kecepatan relatif tinggi.

Untuk mencegahnya, selalu memberi jarak aman dengan mobil di depan terutama saat berkendara di jalan tol. Sehingga kerikil yang terpental dari depan tidak mengenai kaca depan mobil.

Baca Juga : kotoran Saat Parkir Mobil Di Bawah Pohon

Selain itu, seringnya melewati rute jalan yang rusak juga dapat menimbulkan kerusakan pada kaca depan mobil. Jika kecepatan mobil terlalu cepat melewati jalan berkontur tidak rata atau berlubang bisa menghasilkan guncangan berlebih. Hal itu dapat memberi tekanan besar untuk dapat memecahkan kaca depan mobil. Kurangi kecepatan setiap kali melewati jalan tidak rata.

Kerap menjadi perdebatan, defogger dianggap menjadi salah satu penyebab kaca mobil pecah. Hal ini terjadi bila defogger terus-menerus aktif atau lupa dimatikan. Ketika defogger aktif, ada peningkatan suhu di sekitar area elemen pemanas sehingga embun pada kaca hilang. Tapi jika dibiarkan terus aktif dan dipadu suhu kabin yang tinggi, kaca pun bisa memuai berlebih sehingga terjadi kerusakan. Pastikan defogger dimatikan sebelum meninggalkan mobil.

Jika kaca depan mobil sudah terlanjur baret, sebaiknya dilakukan reparasi sehingga tidak mengganggu pandangan terutama ketika hujan. Tapi jika celah baret sudah terlalu dalam karena pembiaran, proses reparasi tentu lebih sulit atau malah tidak bisa direparasi.

Begitu pula dengan kaca retak. Sebelum menjalar, segerakan mereparasi jika retak masih berukuran kecil. Keretakan berukuran kecil atau membentuk lingkaran, masih bisa direparasi di beberapa bengkel. Tapi jika retak sudah memanjang sebaiknya mengganti kaca.