
12 Mar Fungsi Tutup Radiator Motor Kerap Dilupakan, Padahal Bisa Bikin Overheat
Fungsi Tutup Radiator Motor Kerap Dilupakan, Padahal Bisa Bikin Overheat
Komponen radiator semula lazim ditemukan pada kendaraan mobil. Seiring berkembangnya teknologi kendaraan, saat ini motor juga sudah mengaplikasi komponen ini. Performa masin motor yang semakin baik, membutuhkan pendinginan yang optimal. Untuk mendapatkan pendinginan yang optimal, semua komponen radiator harus bekerja dengan baik. Hal ini termasuk untuk komponen tutup radiator motor yang punya peran penting. Yuk, kita cermati sama-sama apa yang terjadi bila tutup radiator sampai rusak.
Mungkin masih ada yang beranggapan bahwa membiarkan tutup radiator motor rusak adalah hal sepele, padahal dapat menimbulkan perkara yang cukup besar. Banyak pemilik yang tidak sadar, tutup radiator yang rusak bisa membuat mesin overheat. Tutup radiator rusak, biasanya membuat volume cairan di dalam tidak sesuai lagi. Jika sudah begini, sistem pendinginan tidak akan berjalan ideal. Alhasil karena mesin mengeluarkan panas yang berlebihan, mesin menjadi overheat.
Cara kerja tutup dari radiator, saat tekanan dalam sistem pendingin tinggi, pressure valve akan membuka dan membuang tekanan ke reservoir tank radiator. Saat tekanan dalam sistem pendingin rendah, vacuum valve akan membuka dan menghisap air dari tangki radiator. Tutup radiator menjaga tekanan dalam sistem pendingin agar tetap seimbang. Bila dibiarkan rusak, tekanan di dalam radiator tidak akan seimbang lagi.
Tutup radiator yang sudah aus juga memungkinkan terjadinya kebocoran dari radiator itu sendiri. Seperti yang kita ketahui, tutup radiator dilengkapi dengan seal karet untuk mencegah kebocoran tersebut. Bila karet sudah memunjukkan tanda-tanda seperti retak-retak, sobek dan getas, sebaiknya segera dilakukan penggantian. Kondisi karet yang demikian tidak akan bisa menutup rapat dan mengakibatkan kebocoran.
Terakhir, karena rusaknya tutup radiator, tekanan air di dalam radiator jadi tidak terkontrol. Dalam fungsinya, tutup radiator secara tidak langsung menjaga tekanan air di dalam radiator. Bila tutup radiator dibiarkan rusak, tekanan yang dihasilkan air panas tersebut tidak dapat dikontrol dengan baik..
Baca Juga : Cara Mengatasi Masalah Cairan Radiator yang Bercampur dengan Oli Mesin
Sebagai penjaga suhu mobil, cairan radiator yang tepat yakni Deltalube 306 Radiator Coolant, lebih mudah digunakan dan bisa dipakai oleh banyak sistem pendingin air kendaraan bermotor, karena memiliki perbandingan 50:50 (50% Etilen Glikol dan 50% air). Penggunaan etilen glikol dengan kualitas yang baik, membuat Deltalube 306 Radiator Coolant memiliki titik didih yang tinggi karena dapat mencegah pengendapan di radiator serta mencegah terjadinya korosi.