Cari Kami

Trik Memilih Motor Bekas

Trik Memilih Motor Bekas

Meski motor baru banyak beredar di pasar, tapi peminat motor bekas belum memudar. Tak lain karena ketika motor incaran masih baru harganya belum terjangkau. Namun seringkali motor bekas yang terlanjur dibeli tak sesuai harapan.

Sisi lain yang juga perlu dipahami, setiap beli motor bekas, umumnya perlu biaya tambahan sekitar 10% dari harga motor. Hal ini untuk biaya reparasi atau pergantian komponen yang sudah kurang optimal. Terpenting harus jeli dan teliti saat memilih agar tidak menyesal di kemudian hari.

Untuk mendapatkan motor bekas dengan kondisi masih bagus, memang gampang-gampang susah. Tapi sebaiknya pilih motor bekas yang tahun pembuatan atau umur pakainya masih relatif muda. Maksimal dipakai 3 tahun. Hindari motor bekas dengan jam terbangnya tinggi, karena banyak komponen yang mulai aus. Sehingga tidak menguras biaya untuk perbaikan.

Nah, agar hal itu tidak terjadi, ada beberapa trik yang perlu dipahami saat memilih motor bekas.

Baca Juga : Cuci Motor Pakai Sabun Colek dan Deterjen, Bolehkah?

Cek bodi

Periksa atau cek kondisi bodi motor secara keseluruhan. Apakah ada baret, warna bodi memudar, penyok dan lainnya. Hal ini tentu kurang sedap dipandang. Perhatikan pula jika bekas modifikasi sebelumnya.

Cek surat-surat

Perhatikan tahun pembuatan melalui STNK atau plat nomor. Semakin muda umur motor, besar kemungkinan kondisi komponen mesin maupun CVT (motor matic) masih baik. Cek pula kelengkapan surat-suratnya dengan memeriksa kesamaan nomor mesin dan rangka antara yang di STNK, BPKB dan di motor.

Jarak tempuh

Odemeter wajib diperiksa. Bila motor baru berusia sekitar 2 tahun, tapi jarak tempuh sudah lebih dari 25.000 km ke atas, berarti tergolong motor capek. Bukan tak mungkin, banyak komponen motor yang mulai aus.

Kondisi mesin

Periksa kodisi mesin, apakah ada rembesan oli atau tidak. Bila ada rembesan oli di sekitar mesin sisi atas maupun bawah, berarti kondisinya kurang baik. Tentunya hal ini pasti membutuhkan tambahan biaya yang cukup banyak untuk servis besar.

Cek suara mesin dan CVT

Jangan sungkan untuk mendengarkan suara mesin dan CVT, khususnya untuk motor matic. Bila terdengar suara berisik, kemungkinan banyak komponennya yang mulai aus dan perlu ganti baru. Contohnya roller peang, bearing puli goyang, V-belt retak atau melar dan sebagainya.

Cek roda

Periksa roda belakang dan depan dengan cara motor menggunakan standar tengah. Lalu roda digoyang pakai ke kiri maupun ke kanan. Bila pelek standar model palang, biaya untuk servis pelek palang lebih mahal dibanding pelek jari-jari.

Suspensi

Jangan lupa cek suspensi, baik depan maupun belakang. Kalau ada rembesan atau kebocoran oli pada shock absorber depan maupun belakang, berarti kinerjanya sudah kurang maksimal dan perlu penggantian.



WordPress Video Lightbox Plugin