
13 Mar Sistem Monoshock dan Perawatannya
Kenalan Dengan Macam Sistem Monoshock dan Perawatannya
Beberapa jenis motor ada yang menggunakan sistem prolink, unitrack atau monocross pada suspensinya. Sistem-sistem ini kerap ditemukan pada motor bergenre trial atau adventure. Sejatinya nama-nama tersebut hanya istilah dari beberapa pabrikan untuk sistem monoshock dengan tambahan link (sambungan).
Seperti yang kita ketahui, sistem monoshock terbagi dalam dua model yakni sistem langsung dan model link. Pada sistem langsung shockbreaker langsung terhubung dengan dudukan di rangka dan lengan ayun. Sedangkan pada sistem link, rangka dan lengan ayun terhubung dengan bantuan link yang berisi bearing.
Dari perbedaan kedua sistem tersebut, mana yang lebih baik? kedua sistem tersebut bisa dibilang sama baiknya.
Namun yang akan membedakan adalah jalan yang dilewati. Bila memilih medan yang cukup berat, unitrack dirasa lebih cocok karena tingkat kenyamanan dan kestabilan yang lebih baik. Sedangkan bila jalan berbatu dan padat, monotrack lebih cocok karena tidak menambah beban pada shockbreaker. Disinyalir, umur komponen ini juga menjadi lebih Panjang.
Setelah berkenalan dengan sistem ini, pemilik motor juga wajib tahu cara merawatnya. Karena sistem ini kerap ditemukan di motor bergenre adventure atau trial, pastinya akrab banget dengan lumpur dan kotoran. Karena posisinya yang agak tersembunyi, pemilik sering melupakan komponen ini. Padahal komponen ini rawan terjadi penumpukan kotoran karena posisinya yang juga dekat dengan roda belakang.
Setelah blusukan ria, sebisa mungkin bersihkan bagian ini dari kotoran. Selain itu, bisa ditambahkan dengan memberikan cairan penetran agar pergerakan unitrack tetap ideal.
Baca Juga : Cara Merawat Shock Absorber Belakang Motor
Bila bagian ini tidak diperhatikan, pergerakan unitrack akan terhambat oleh kotoran. Bila dibiarkan, lama-lama bushing-nya bisa mengalami keausan. Shockbreaker jadi terasa keras, padahal kerusakan ada pada komponen unitrack.