Kode Pelek Mobil

Sebelum Beli, Kenali Dulu Kode Pelek Mobil

Sebelum Beli, Kenali Dulu Kode Pelek Mobil

Pelek menjadi salah satu komponen yang umum diganti pertama kali ketika memodifikasi mobil.  Tapi karena banyak pilihan pelek aftermarket yang tersedia pasar, pemilik mobil pun hanya melihat motifnya tanpa mengetahui tentang spesifikasi pelek. Sementara terdapat beberapa kode pelek yang jika diketahui akan memudahkan dalam memilih yang tepat untuk mobilnya. Jadi, sebelum salah beli, sebaiknya kenali kode pelek yang ada.

Ada beberapa pabrikan pelek membuat kode pelek ini secara terpisah, dan sebagian lain membuatnya terangkai jadi satu. Tapi secara umum, kode pelek ini sama-sama menjelaskan spesifikasi pelek. Berikut ini cara membaca arti kode pelek. Misalnya, kode pelek untuk yang terangkai jadi satu, tertulis 5 ½ – JJx13 H2 4×114.3 ET30. Rangkaian kode itu memiliki arti sebagai berikut:

  1. Angka 5 ½ adalah lebar pelek yang menggunakan satuan inci.
  2. Huruf JJ adalah tanda pinggir pelek yang sesuai standar Japan Industrial Standard (JIS).
  3. Pelek dengan kode JJ ini memiliki jarak (tinggi) flange dengan lokasi menempelnya ban 18 mm. Jika tertulis huruf J, maka tinggi flange 17,5 mm. Desain pelek dengan kode JJ ini membuat ban lebih tidak mudah lepas.
  4. Angka 13 berarti diameter pelek yang menggunakan satuan inci
  5. H2 adalah model hump yang diadopsi pelek atau area cekungan pelek. Fungsinya sebagai dudukan bead (bibir ban) untuk mencegah ban bergeser/bergerak saat mobil melaju.
  6. Angka 4 adalah jumlah lubang baut pelek
  7. Angka 114.3 adalah Pitch Circle Diameter (PCD) dari lubang baut yang menggunakan satuan milimeter. Ini adalah diameter antara lubang baut sejajar yang diukur dari pusat lingkaran tiap lubang baut. Jika tertulis 4×114.3 artinya pelek memiliki 4 lubang baut dan PCD (diameter) 114.3 milimeter.
  8. ET30 adalah jumlah offset sebanyak 30 yang menggunakan satuan milimeter. ET diambil dari bahasa Jerman, Einpress Tiefe. ET menunjukkan jarak penampang lubang baut pelek (mounting surface) dengan garis tengah dari pelek atau offset. Posisi penampang lubang baut berada tepat di garis tengah pelek berarti pelek itu memiliki zero offset. Offset ini juga digambarkan dengan angka positif dan negatif. Jika tertulis ET30 berarti offset pelek bergeser ke arah luar sejauh 30 mm dari garis tengah pelek. Artinya semakin besar offset pelek atau angka positif, maka penampang lubang baut akan semakin menjorok keluar atau mendekati bibir pelek. Sebaliknya, jika offset pelek semakin kecil atau angkanya negatif, maka penampang lubang baut pelek makin menjorok ke dalam.

Baca Juga : Ini Indikasi Roda Mobil Perlu Spooring dan Balancing



WordPress Video Lightbox Plugin