
09 Jul Penyebab Power Steering Terasa Lebih Berat
Ini Penyebab Power Steering Terasa Lebih Berat
Saat ini mayoritas mobil keluaran terbaru sudah dilengkapi fitur power steering dengan tujuan membuat putaran setir menjadi lebih ringan saat mengemudikan mobil. Namun power steering yang memberi kenyamanan mengemudi ini juga bisa rusak. Salah satu indikasinya putaran setir menjadi lebih berat dari biasanya.
Untuk itu sebagai pengguna mobil, perlu mengenali penyebab dan potensi masalah pada sistem power steering. Berikut penjelasannya.
Cairan power steering berkurang
Secara sistem, power steering hidraulis menggunakan cairan untuk menghadirkan tekanan fluida bagi piston di dalam rack dan pinion. Jadi jika volume cairan power steering itu berkurang, tentu tekanan berkurang dan membuat memutar setir menjadi lebih berat.
Berkurangnya cairan power steering ini biasanya karena adanya kebocoran. Biasanya kebocoran terjadi pada slang atau seal di rack pinion. Bisa juga karena titik didih yang terlalu tinggi hingga menyebabkan terjadinya penguapan yang berakibat berkurangnya volume. Maka, selalu pastikan cairan power steering berada di level maksimal agar kinerja sistem selalu optimal.
Rack Steer Rusak
Rack steer merupakan bagian dari rack dan pinion yang berfungsi untuk menggerakkan roda secara horizontal. Komponen ini bisa aus karena usia pakai dan sering melewati jalan yang berlubang atau bergelombang.
Baca Juga : Cara Tepat Merawat Power Steering
Salah satu indikasi kerusakan biasanya ada kebocoran pada bagian rack steer dan setir pun menjadi berat. Jika sudah demikian, perlu penggantian komponen ini.
Tekanan ban rendah
Hal selanjutnya yang menyebabkan setir terasa berat adalah karena tekanan ban minim. Logikanya, jika tekanan ban rendah, kerja dari power steering juga menjadi lebih berat. Hal ini pun tidak sulit untuk diselesaikan, hanya dengan menambah tekanan ban maka setir jadi terasa ringan lagi.