
09 Sep Oil film Strength: Kenapa Lapisan Oli Bisa Menentukan Umur Mesin?
Oil film Strength: Kenapa Lapisan Oli Bisa Menentukan Umur Mesin?
Di dalam mesin kendaraan yang berputar ribuan kali per menit, terdapat ratusan komponen logam yang bergerak saling berdampingan. Secara teori, komponen-komponen ini tidak boleh saling bersentuhan langsung. Yang menahan gesekan antarlogam tersebut adalah selembar lapisan mikroskopis bernama oil film.
Kemampuan lapisan tipis ini untuk bertahan di bawah tekanan tinggi, suhu ekstrem, dan gesekan mekanis dikenal sebagai oil film strength. Parameter inilah yang sering menjadi faktor penentu utama apakah mesin kendaraan bisa bertahan hingga ratusan ribu kilometer atau mati muda karena faktor ‘wear & tear’.
1. Apa Itu Oil film Strength dan Cara Kerjanya?
Oil film strength adalah ketahanan fisik dari molekul oli untuk tidak tertekan sampai pecah ketika dijepit di antara dua permukaan logam yang saling menekan. Ketika mesin beroperasi, oli membentuk tiga kondisi pelumasan. Pertama ada Hydrodynamic Lubrication, yang artinya lapisan oli cukup tebal sehingga permukaan logam terpisah sepenuhnya. Gesekan yang terjadi sangat minim.
Kemudian ada Elastohydrodynamic Lubrication, yang terjadi pada area kontak tinggi seperti pada gigi rasio atau bearing, di mana oli mengalami tekanan ekstrem namun tetap lentur menjaga jarak antarlogam. Terakhir ada Boundary Lubrication, atau lapisan oli menipis hingga batas mikroskopis. Pada kondisi ini, oil film strength yang tinggi dan aditif Anti-Wear / Extreme Pressure menjadi benteng terakhir pencegah kerusakan.
2. Mengapa Lapisan Oli Sangat Menentukan Umur Mesin?
Jika oil film strength lemah atau pecah, akan terjadi kontak langsung antarlogam. Lapisan oil film juga sangat berpengaruh terhadap beberapa faktor berikut ini.
Mencegah Kebocoran Kompresi dan Goresan Dinding Silinder
Di area dinding silinder dan ring piston, lapisan oli bertindak sebagai pelumas sekaligus perapat kompresi. Lapisan oli yang stabil mencegah gesekan kering yang dapat menggores dinding silinder, yang berujung pada penurunan kompresi dan konsumsi oli berlebih.
Melindungi Bearing Mesin
Kruk as berputar di atas bearing dengan celah kerapatan yang sangat sempit. Saat pembakaran terjadi, hentakan piston menyalurkan beban kejut yang luar biasa ke bearing. Oil film strength yang kuat, bertindak sebagai bantalan hidrolik yang menyerap hentakan tersebut agar bearing tidak tergerus..
Baca Juga : Yuk, Kenalan dengan Aditif dalam Oli Pelumas
Mengurangi Suhu Akibat Gesekan
Gesekan antarlogam menghasilkan panas ekstrem secara lokal. Jika oil film gagal menahan tekanan, panas lokal ini akan melonjak drastis dan melunakkan permukaan logam, memicu keausan atau bahkan mesin jadi macet total.