Ini Fungsi Anti-Wear yang Ada di Oli Kendaraan Anda

Ini Fungsi Anti-Wear yang Ada di Oli Kendaraan Anda

Ini Fungsi Anti-Wear yang Ada di Oli Kendaraan Anda

Dinamika di dalam mesin kendaraan, bisa digambarkan dengan ratusan komponen logam saling bergesekan dengan kecepatan tinggi, suhu ekstrem, dan tekanan yang luar biasa. Tanpa perlindungan khusus, permukaan logam ini akan cepat aus, tergores, dan menyebabkan kerusakan permanen pada mesin. Di sinilah aditif anti-wear (anti-keausan) berperan sebagai perisai utama pelindung mesin. Pertanyaannya, apa itu aditif Anti-Wear?

Anti-Wear (AW) adalah senyawa kimia aditif yang dicampurkan ke dalam oli pelumas untuk mencegah kontak langsung antara logam dengan logam saat pelumasan fluida biasa tidak lagi mampu menahan beban.

Ketika mesin berakselerasi atau menerima beban berat, oil film bisa terdorong keluar dari celah komponen. Aditif anti-wear bertindak sebagai lapisan pertahanan cadangan yang bekerja secara mekanis-kimia tepat di permukaan logam tersebut.

Senyawa anti-wear yang paling populer dan efisien selama bertahun-tahun adalah Zinc Dialkyldithiophosphate (ZDDP). ZDDP mengandung unsur Seng (Zinc) dan Fosfor. Ketika terurai oleh gesekan dan panas, ZDDP membentuk lapisan polyphosphate yang sangat rekat dan tahan terhadap beban geser tinggi.

Aditif anti-wear tidak bekerja secara aktif saat mesin dalam kondisi idle atau beban ringan. Aditif ini teraktivasi oleh suhu dan tekanan tinggi akibat gesekan logam. Momen pembentukan lapisan pelindung terjadi saat adanya aktivasi termal dan tekanan, ketika dua permukaan logam saling bergesekan, timbul panas lokal (micro-hotspots) dan tekanan tinggi. Panas ini memicu aditif anti-wear bereaksi secara kimiawi dengan permukaan logam.

Selain itu, pembentukan sacrificial film merupakan reaksi tersebut menghasilkan lapisan film tipis mikroskopis berstruktur fosfat/sulfur (tribofilm) yang menempel kuat pada permukaan logam. Saat gesekan terus terjadi, lapisan tribofilm inilah yang “dikorbankan” dan tergerus, bukannya permukaan logam mesin itu sendiri. Lapisan ini akan terus terbentuk kembali secara dinamis selama aditif masih ada di dalam oli.

Baca Juga : Memilih Oli Mesin yang Tepat Untuk Motor Bore-up

Fungsi anti-wear adalah asuransi keselamatan bagi komponen dalam mesin. Walaupun oli memiliki viskositas yang tepat, tanpa aditif anti-wear yang memadai, mesin akan mengalami keausan parah setiap kali berada di kondisi beban berat atau saat dinyalakan dalam keadaan dingin. Mengganti oli secara teratur memastikan ketersediaan molekul anti-wear tetap optimal untuk melindungi mesin kendaraan.