
24 Agu Mengapa Oli Industri Hidrolik Berubah Warna
Mengapa Oli Industri Hidrolik Berubah Warna
Ketika oli industri hidrolik berubah dari warna khas oli baru menjadi cokelat tua, apakah itu berarti oli industri tersebut harus segera diganti? Apakah hal ini menandakan hilangnya kemampuan pelumasan atau adanya kontaminasi parah pada sistem, ataukah ini sekadar karakteristik penuaan wajar yang bisa diabaikan selama hasil analisis oli industri masih berada dalam batas parameter yang dapat diterima?
Berbeda dengan mesin mobil, perubahan warna pada sistem hidrolik industri memerlukan pemeriksaan lanjutan sebelum tindakan penggantian diambil. Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah mengambil sampel oli industri untuk dianalisis di laboratorium.
Penyebab Utama Perubahan Warna
1. Stres Termal (Thermal Stress): Terjadi akibat panas berlebih di area lokal tertentu (hot spots), seperti katup yang rusak. Kerusakan ini memicu degradasi termal tanpa mengubah angka asam (acid number) atau viskositas oli industri.
2. Oksidasi: Reaksi kimia antara oli industri dan oksigen. Zat antioksidan di dalam oli industri yang bekerja menahan oksidasi sering kali menghasilkan perubahan warna, mulai dari cerah hingga hitam pekat, bahkan sebelum kualitas oli industri benar-benar habis.
Faktor yang Mempercepat Oksidasi
Panas: Setiap kenaikan suhu sebesar 10°C, laju reaksi kimia termasuk oksidasi akan berlipat ganda. Suhu maksimal yang disarankan untuk oli industri berbasis mineral adalah 60°C.
Tekanan Tinggi: Meningkatkan viskositas, friksi, panas, serta jumlah udara terperangkap yang membawa oksigen.
Kontaminan: Keberadaan lumpur (sludge) sebanyak 1% dapat melipatgandakan laju oksidasi. Logam seperti tembaga juga bertindak sebagai katalis kuat, terutama jika tercampur air akibat kebocoran heat exchanger.
Baca Juga :Bisakah Oli Engine Mengganti Oli Hidrolik
Rekomendasi Perawatan
Analisis Laboratorium: Hanya uji lab yang dapat memastikan tingkat oksidasi dengan melihat kenaikan angka asam dan viskositas oli industri.
Lokasi Pengambilan Sampel: Titik terbaik adalah tepat di jalur keluar setelah pompa (downstream). Titik kedua terbaik adalah di bagian tengah tangki reservoir saat sistem menyala atau sesaat setelah dimatikan.
Jadwal Rutin: Lakukan pengambilan sampel setiap 13 minggu sekali pada tahap awal, lalu sesuaikan jadwalnya berdasarkan tren hasil analisis selama setahun.