Apa Itu NOACK pada Oli, dan Apa Hubungannya dengan Penguapan dan Konsumsi Oli

Apa Itu NOACK pada Oli, dan Apa Hubungannya dengan Penguapan dan Konsumsi Oli?

Apa Itu NOACK pada Oli, dan Apa Hubungannya dengan Penguapan dan Konsumsi Oli?

Bagi pemilik kendaraan, berkurangnya volume oli mesin secara berkala sering kali menimbulkan kekhawatiran. Padahal, penurunan volume ini tidak selalu disebabkan oleh kebocoran seal oli atau kerusakan komponen internal. Salah satu faktor utama yang sering luput dari perhatian adalah sifat penguapan oli yang diukur melalui pengujian NOACK Volatility.

Apa Itu Tes NOACK Volatility?

NOACK Volatility (sesuai standar ASTM D5800) adalah metode pengujian laboratorium untuk mengukur persentase kehilangan massa sampel oli akibat penguapan pada suhu tinggi. Dalam pengujian ini sampel oli dipanaskan hingga mencapai suhu 250°C. Kemudian udara ditiupkan di atas sampel tersebut selama 1 jam. Oli yang tersisa ditimbang untuk menghitung persentase massa oli yang hilang melayang menjadi uap.

Contohnya, jika oli memiliki nilai NOACK sebesar 10%, artinya setelah diuji pada suhu 250°C selama satu jam, sebanyak 10% dari bobot oli tersebut menguap. Semakin rendah angka persentase NOACK, semakin tahan oli tersebut terhadap penguapan.

Hubungan antara nilai NOACK, Penguapan, dan Konsumsi Oli

Pembentukan Uap Berlebih

Oli mesin terdiri dari campuran base oil dan zat aditif. Base oil kualitas rendah atau bermolekul ringan cenderung lebih cepat mendidih dan menguap ketika terpapar suhu ekstrem di dalam mesin. Ketika oli memiliki nilai NOACK tinggi, molekul-molekul ringan di dalamnya berubah menjadi uap oli lebih cepat saat mesin beroperasi pada beban atau suhu tinggi.

Meningkatnya Konsumsi Oli

Uap oli yang terbentuk di dalam crankcase tidak dibiarkan begitu saja di dalam mesin. Melalui sistem PCV (Positive Crankcase Ventilation), uap oli dialirkan kembali ke ruang bakar untuk dibakar bersama campuran udara dan bahan bakar. Angka NOACK Tinggi berarti pembentukan uap oli meningkat, sehingga lebih banyak oli tersedot lewat katup PCV ke ruang bakar. Hasilnya konsumsi oli meningkat, dan oli mesin cepat berkurang.

Baca Juga : Paham Soal Flash Point Oli Kendaraan, Agar Tidak Salah Pilih

Mengubah Sifat Fisika Oli

Saat molekul oli yang lebih ringan menguap, komponen oli yang tersisa di dalam mesin menjadi lebih tebal dan kental. Akibatnya viskositas oli meningkat melebihi batas idealnya. Sirkulasi oli saat mesin dingin menjadi lambat. Endapan lumpur dan kerak karbon juga akan timbul pada komponen mesin.