
21 Agu 4 Jenis Oil Flush dan Waktu Tepat Penggunaannya
4 Jenis Oil Flush dan Waktu Tepat Penggunaannya
Proses pembersihan sistem pelumasan atau oil flush sangat krusial untuk menjaga performa mesin industri. Sayangnya, perbedaan persepsi istilah ini sering memicu kekosongan standar antara kontraktor dan tim pemeliharaan. Berdasarkan kajian ahli pelumasan, tindakan oil flush dibagi menjadi empat kategori spesifik agar perawatan mesin berjalan optimal tanpa merusak komponen internal.
1. Circulation Filtration (Filtrasi Sirkulasi)
Metode filtrasi sirkulasi ini dilakukan saat sistem masih beroperasi aktif dalam proses produksi. Pompa bawaan sistem akan mengalirkan oli industri dalam pola aliran normal melewati unit penyaringan eksternal pada reservoir.
Waktu Penggunaan: Diterapkan saat perawatan tahunan berkala yang memiliki keterbatasan waktu dan ruang lingkup, seperti pembersihan reservoir atau penggantian filter dan oli industri sejenis.
Larangan: Jangan gunakan metode ini jika jadwal perawatan melibatkan pembongkaran pipa atau pembukaan rumah bantalan (bearing housing). Verifikasi hasil akhir dilakukan lewat uji hitung partikel menggunakan laboratorium pihak ketiga atau alat uji lapangan.
2. Rinse/Purge (Bilas/Kuras)
Proses pembilasan ini digunakan ketika sistem hendak diisi ulang dengan cairan netral atau oli industri baru. Langkah kerjanya meliputi pengurasan total cairan lama, pengisian kembali reservoir hingga batas sirkulasi minimum, lalu menjalankan pompa bawaan untuk mengalirkan oli industri pada jalur normal.
Waktu Penggunaan: Umumnya diterapkan saat konversi oli industri secara menyeluruh atau untuk menyingkirkan zat pembersih sisa mitigasi pernis (varnish). Tingkat kebersihan metode pembilasan ini dinilai cukup dengan indikator perhitungan partikel kasar saja.
3. System Flush (Flushing Sistem)
Sesuai namanya, metode ini memanfaatkan performa “pompa internal sistem” secara penuh. Prosedurnya mewajibkan pemasangan selang bypass (jumper) di sekitar komponen vital seperti katup kontrol dan bearing, serta pelepasan plat orifice pelindung agar tidak rusak oleh material asing selama pembilasan.
Waktu Penggunaan: Cocok untuk pekerjaan pemeliharaan ringan, contohnya penggantian katup kontrol suhu atau pembersihan sistem non-kritis seperti feed pump boiler cadangan.
Larangan: Hindari metode ini pada unit kritis karena durasi sirkulasi pompa internal jauh lebih lambat dalam mendorong kotoran keluar dibanding pompa eksternal. Kebersihan diverifikasi dengan layar inspeksi khusus dan hitung partikel.
Baca Juga : Cara Pakai Engine Flush dengan Benar, Jangan Asal Tuang
4. High-Velocity Oil Flush (Flushing Oli Kecepatan Tinggi)
Metode ini merupakan standar pembersihan terdalam menggunakan unit pompa eksternal berdaya tinggi untuk menciptakan pola aliran turbulen. Aliran turbulen baru tercipta pada Bilangan Reynolds minimum 4.000. Namun, demi mengangkat partikel mikro yang menempel kuat di dinding bagian dalam, sirkulasi wajib menargetkan dua hingga tiga kali lipat laju aliran normal dengan Bilangan Reynolds ideal mencapai 20.000. Komponen sensitif tetap dipasangi selang bypass untuk perlindungan keamanan.
Waktu Penggunaan: Wajib digunakan pasca terjadinya kegagalan sistem fatal, pengerjaan pemeliharaan skala besar, instalasi baru (commissioning), atau saat kontaminan asing masuk dalam jumlah masif. Lolos uji dipastikan melalui kombinasi pemantauan berkala filter sub-mikron, layar kasa 100 mesh, dan laboratorium partikel.