Kebiasaan Yang Mempercepat Kerusakan Power Steering

Kebiasaan Yang Mempercepat Kerusakan Power Steering

Kebiasaan Yang Mempercepat Kerusakan Power Steering

Sistem power steering mobil, baik jenis hidrolik konvensional maupun Electronic Power Steering (EPS) yang lebih modern, diciptakan untuk membuat setir terasa ringan dan berkendara menjadi nyaman. Sayangnya, banyak pengemudi yang tidak sadar bahwa kebiasaan mengemudi sehari-hari bisa menjadi musuh utama bagi komponen ini. Jika dibiarkan, komponen power steering bisa jebol dan biaya perbaikannya tergolong bakal menguras kantong. Apa saja sih, kebiasaan-kebiasaan yang sering membuat power steering cepat rusak?

Memutar Setir Sampai Mentok

Ini adalah kebiasaan yang paling sering dilakukan saat sedang putar balik atau parkir di ruang sempit. Memutar kemudi dan menahannya dalam posisi mentok sangat berbahaya, terutama bagi kendaraan dengan sistem hidrolik. Saat setir diputar mentok, pompa power steering akan bekerja ekstra keras menghasilkan tekanan hidrolik maksimal. Menahannya lebih dari beberapa detik akan membuat suhu minyak power steering melonjak drastis. Suhu panas ini akan merusak seal karet di dalam sistem, memicu kebocoran minyak, dan memperpendek umur pompa itu sendiri. Jika terpaksa harus memutar setir sampai habis, segera kendurkan atau balikkan sedikit setir (sekitar 1–2 cm) agar tekanan hidrolik kembali turun.

Memutar Setir dalam Kondisi Diam Total

Saat hendak keluar dari parkiran yang pararel atau sempit, banyak pengemudi memutar setir terlebih dahulu sebelum mobil bergerak. Kebiasaan ini memberikan beban kerja yang sangat ekstrem pada komponen kemudi. Ketika mobil diam, gaya gesek antara ban dan aspal berada di titik tertinggi. Jika Anda memaksakan setir berputar, power steering dipaksa mengeluarkan tenaga ekstra besar untuk melawan gaya gesek tersebut. Pada sistem EPS, motor listrik akan dipaksa bekerja berat yang memicu panas berlebih pada komponen elektronik (overheat). Pada sistem hidrolik, ini akan mempercepat keausan steering rack dan pompa. Biasakan untuk memutar setir sambil melajukan mobil perlahan meskipun hanya bergerak sedikit demi sedikit.

Parkir dengan Posisi Ban Depan Belok

Meninggalkan mobil di area parkir dengan kondisi roda depan masih berbelok adalah kebiasaan buruk yang sering dianggap sepele. Posisi ban yang berbelok membuat salah satu sisi as hidrolik tetap menerima tekanan tinggi secara terus-menerus meskipun mesin mati. Hal ini membuat sil karet di satu sisi cepat melar dan bocor. Kondisi ini memberikan beban statis yang tidak seimbang pada tierod dan komponen mekanis kemudi. Selalu pastikan posisi ban depan sudah benar-benar lurus sebelum Anda mematikan mesin dan keluar dari mobil.

Baca Juga : Ciri-ciri Cairan Power steering Mesti Diganti

Malas Cek Minyak Power Steering

Khusus untuk mobil yang masih menggunakan sistem hidrolik, minyak power steering bertindak sebagai darah yang menyalurkan tenaga. Banyak pemilik mobil mengira minyak ini tidak perlu diganti selama tidak bocor. Padahal, seiring waktu, minyak akan terkontaminasi oleh debu, gesekan material logam, dan kehilangan kekentalannya akibat panas. Minyak yang kotor dan mengental akan membuat pompa bekerja lebih berat dan merusak dinding silinder steering rack. Jika volume minyak berkurang akibat rembesan halus yang dibiarkan, pompa akan kemasukan udara (masuk angin), menimbulkan suara mendengung kasar, dan berakhir dengan kerusakan total.