
30 Jun Salah Masuk Oli Transmisi ke Mesin, Ini yang Terjadi
Salah Masuk Oli Transmisi ke Mesin, Ini yang Terjadi
Secara sadar atau tidak, mungkin saja pernah melakukan kesalahan fatal seperti salah memasukkan jenis oli. Misalnya oli transmisi masuk ke dalam mesin. Meski keduanya sama-sama berstatus “oli” atau pelumas, oli mesin dan oli transmisi memiliki karakteristik, viskositas, dan formula kimia yang berbeda bak bumi dan langit. Kami akan jelaskan mengapa tindakan ini sangat berbahaya dan kerusakan apa saja yang akan terjadi pada mesin mobil.
Untuk paham bahayanya, kita harus tahu dulu mengapa kedua oli ini tidak boleh saling bertukar tempat. Oli mesin dirancang untuk bekerja pada suhu yang sangat tinggi, menahan tekanan pembakaran internal, membersihkan kerak karbon, dan memiliki tingkat kekentalan (viscosity) yang dinamis misalnya 0W-20, 10W-40 agar bisa mengalir cepat saat mesin dingin dan tetap melindungi saat mesin panas.
Sedangkan oli transmisi terutama ATF (Automatic Transmission Fluid) memiliki kekentalan yang jauh lebih encer, mengandung aditif detergen yang sangat pekat, serta zat friction modifiers yang dirancang khusus untuk menggerakkan sistem hidrolik dan melumasi kopling basah pada transmisi. Oli transmisi tidak dirancang untuk menghadapi suhu ekstrem di ruang bakar mesin.
Jika oli transmisi masuk ke dalam mesin dan mobil dipaksa berjalan, berikut adalah rantai kerusakan yang akan terjadi.
Oli transmisi terlalu encer untuk standar mesin mobil modern. Saat mesin mencapai suhu kerja optimalnya, oli transmisi akan menjadi sangat cair seperti air. Akibatnya, lapisan film pelindung (oil film) akan pecah. Komponen yang bergesekan dengan kecepatan tinggi seperti piston, dinding silinder, kruk as, dan noken as akan saling beradu secara langsung tanpa pelindung. Ini memicu keausan masif dalam hitungan menit.
Selain itu, oli transmisi memiliki flash point (titik nyala api) yang berbeda dari oli mesin. Karena tidak kuat menahan panasnya ruang bakar, oli transmisi akan mulai menguap dan ikut terbakar.
Aditif kimia di dalam oli transmisi seperti sulfur dan fosfor berkadar tinggi, sehingga tidak ramah terhadap sistem pembuangan. Ketika oli ini terbakar dan gasnya mengalir ke knalpot, zat kimia tersebut akan meracuni dan menyumbat Catalytic Converter. Komponen ini sangat mahal untuk diganti.
Baca Juga : Waktu Terbaik Ganti Oli Motor Matic, Jangan Sampai Lewat
Oli transmisi memiliki kandungan detergen yang sangat kuat untuk membersihkan jalur hidrolik transmisi. Jika masuk ke mesin, detergen ini akan mengikis semua endapan kotoran lama di mesin secara agresif dan instan. Kotoran ini kemudian menggumpal (sludge) dan menyumbat oil strainer (saringan oli mesin). Jika saringan tersumbat, aliran oli total terhenti, menyebabkan mesin langsung macet total.