Mana Lebih Baik Beli Motor Bekas dari Showroom atau Pemilik Langsung

Mana Lebih Baik, Beli Motor Bekas dari Showroom atau Pemilik Langsung?

Mana Lebih Baik, Beli Motor Bekas dari Showroom atau Pemilik Langsung?

Penjualan motor bekas, tidak kalah banyak dari versi barunya. Motor bekas banyak dipilih konsumen yang mengincar harga lebih terjangkau. Selain beli dari pemilik langsung, kini sudah banyak sekali showroom motor bekas yang menjajakan motor bekas berbagai tipe dan tahun pembuatan. Nah, jika kamu sedang mengincar motor bekas, lebih baik beli di showroom atau pemilik langsung? Yuk kita bahas.

Showroom

Beli motor bekas di showroom, jadi pilihan terbaik bagi kita yang tidak mau repot. Tinggal datang ke showroom, dan berbagai pilihan motor bekas sudah tersedia untuk dipinang. Kita tidak perlu repot harus berburu di iklan marketplace atau situs jual-beli.

Dengan beli motor bekas di showroom, kita juga tidak perlu harus pergi jauh demi bisa bertemu pemilik motor bekas incaran. Belum lagi risiko dibatalkan sepihak oleh pemilik, atau iklan yang ternyata penipuan. Motor bekas yang dipajang di etalase showroom juga biasanya sudah siap pakai. Jadi kita tidak perlu dipusingkan perbaikan setelah membelinya.

Namun, beli motor bekas di showroom juga punya kelemahan. Hal paling utama adalah harganya yang relatif lebih tinggi, karena mereka wajib ambil keuntungan dan perbaikan kendaraan. Ada pula risiko tertipu showroom motor bekas nakal, yang menyembunyikan minus atau kerusakan motor. Jadi kamu wajib bawa teman yang paham pengecekan motor bekas.

Baca Juga : Faktor yang Menurunkan Harga Jual Motor Bekas

Pemilik Langsung

Jika harga terbaik yang jadi prioritas, berburu motor bekas dari pemilik langsung adalah jawabannya. Selain harga yang lebih murah, negosiasi harga juga biasanya lebih “lunak” jika kita beli langsung ke pemilik motornya. Namun beli motor langsung itu juga butuh usaha lebih, seperti harus datang ke tempat pemilik yang terkadang jauh.

Beli motor bekas dari pemilik punya kelemahan dari kondisi motor yang “apa adanya”. Jadi biasanya calon pembeli butuh anggaran ekstra untuk perbaikan minor di segi mesin, kaki-kaki, ataupun tampilan visual. Kamu juga wajib ajak teman yang paham pengecekan motor bekas, saat membeli motor bekas dari pemilik. Jadi pilih mana?