Ciri-ciri Cairan Power steering Mesti Diganti

Ciri-ciri Cairan Power steering Mesti Diganti

Ciri-ciri Cairan Power steering Mesti Diganti

Selain oli dan cairan rem, cairan power steering juga perlu diganti secara berkala Bro Deltalube. Tapi tenang dulu, cairan power steering hanya ada pada sistem power steering hidrolik yang biasanya terdapat pada mobil keluaran lama. Sekarang hampir semua mobil keluaran terbaru, menggunakan power steering jenis elektrik yang tidak lagi memerlukan cairan.

Nah kalau mobil kalian masih menggunakan power steering jenis hidrolik, cairan power steering harus rutin diganti ya. Lalu bagaimana mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menggantinya? Caranya sebenarnya cukup sederhana, kalian bisa lihat dari tabung reservoir yang biasanya ada di area mesin. Pada bagian tutupnya akan tertulis “power steering fluid”. Buka tutupnya untuk cek warnanya.

Pada kondisi baru, cairan power steering bisanya berwarna bening atau merah. Jika sudah berwarna keruh, itu ciri-ciri harus diganti. Tabung reservoir cairan power steering memang umumnya berwarna sedikit bening untuk memudahkan inspeksi. Namun cara yang paling baik adalah dengan membuka tutupnya agar warna dan kondisi cairan bisa terlihat lebih jelas.

Baca juga : Kelebihanan Kekurangan Sistem Electronic Power steering

Selain dari warna, jarak tempuh mobil juga bisa menjadi patokan kapan harus mengganti cairan power steering. Umumnya cairan power steering diganti tiap 40.000 km. Cairan power steering bisa diganti menggunakan oli trasmisi otomatis konvensional yang bukan jenis CVT. Pastikan juga kalian pilih cairan power steering berkualitas seperti Deltalube 799 Automatic Transmission Fluid SAE 10 DEXRON III yang cocok untuk sistem power steering hidrolik. Penggunaan cairan power steering yang berkualitas mampu mencegah sistem dari keausan yang berujung pada kerusakan. Reparasi sistem power steering itu mahal lho Bro Deltalube. Jadi jangan sembarangan pilih cairan power steering ya.