Cari Kami
motor matic

Kebiasaan Bikin Motor Matic Boros Bahan Bakar

Motor Matic Boros Bahan Bakar? Ini tipsnya

Motor matic memang menjadi pilihan banyak orang karena praktis dan mudah digunakan. Tapi karena kebiasaan pengendara motor matic yang tidak tepat, motor matic pun jadi boros bahan bakar.

Konsumsi bahan bakar motor matic yang boros ternyata sangat dipengaruhi perilaku pengendaranya. Seperti beberapa kebiasaan pengendara ini yang kerap tidak disadari.

Baca Juga : Apa Benar Trasmisi Otomatis Boros Bahan Bakar ? 

Lama memanaskan mesin

Pengendara motor matic tentu terbiasa dengan prosedur memanaskan mesin. Memang sebaiknya mesin motor dipanaskan terlebih dahulu sebelum digunakan, agar oli mesin bersirkulasi merata di dalam mesin.

Namun, kebiasaan memanaskan mesin yang terlalu lama, justru membuat motor matic jadi boros bahan bakar. Memanaskan mesin cukup 1-2 menit.

Memutar gas penuh

Mayoritas kesalahan yang dilakukan adalah sering memutar gas penuh untuk mendapatkan akselerasi cepat. Hal ini tentu sangat berakibat konsumsi bahan bakar meningkat drastis.

Berakselerasi cepat dengan motor matic berarti mesin langsung bekerja di putaran tinggi. Artinya suplai bahan bakar ke ruang pembakaran semakin deras. Maka dari itu, atur putaran gas dengan diurut perlahan sampai mencapai kecepatan yang diinginkan.

Penggunaan bahan bakar oktan rendah

Kebiasaan yang memicu motor matic boros bahan bakar yaitu sering menggunakan bahan bakar oktan rendah. Motor matic zaman sekarang sudah dirancang mengkonsumsi bahan bakar dengan RON (Research Octane Number) antara 90 – 92 atau setara Pertamax.

Namun, tidak sedikit pengendara motor matic yang menggunakan bahan bakar di bawah itu. Konsumsi bahan bakar pun jadi lebih boros, karena timing pengapian mesin tidak di-setting untuk bahan bakar dengan RON itu.

Beban berlebih

Faktor kebiasaan yang tidak disadari yang membuat motor matic boros bahan bakar adalah membawa beban berlebih. Karena dengan membawa beban lebih berat, dibutuhkan tenaga lebih besar pula. Artinya putaran gas lebih banyak.

Sering mengerem

Selain berbahaya, jika sering mengerem mendadak seperti ketika membuntuti kendaraan lain, tentu sering juga memulai akselerasi dari kecepatan rendah lagi. Tentunya ini berdampak pada jumlah bensin yang dibakar.

Maksimalkan pula fungsi rem depan dan mengurangi penggunaan rem belakang. Menggunakan rem depan saat pengereman tidak terlalu membebani kerja mesin. Sedangkan jika menggunakan rem belakang, otomatis putaran mesin menurun drastis karena roda belakang terhubung dengan mesin.



WordPress Video Lightbox Plugin