Dampak yang Bisa Terjadi Bila Mencampur Oli Mesin Beda Merek

Dampak yang Bisa Terjadi Bila Mencampur Oli Mesin Beda Merek

Dampak yang Bisa Terjadi Bila Mencampur Oli Mesin Beda Merek

Dalam kondisi darurat, mencampur oli mesin dari beda merek boleh jadi solusi, karena tidak menemukan merek yang sama di jalan. Padahal, secara teknis, kebiasaan ini menyimpan risiko serius yang dapat mengancam kesehatan mesin kendaraan dalam jangka panjang.

Meskipun dua produk oli memiliki tingkat kekentalan yang sama, misalnya 10W-40 bukan berarti bahan pembuatnya identik. Setiap produsen oli memiliki “resep” racikan aditif tersendiri untuk mengoptimalkan performa produk mereka. Ketika dua formulasi kimia yang berbeda disatukan, reaksi antar bahan kimia tersebut dapat merusak sifat perlindungan oli.

Reaksi Kimia yang Mengendap

Aditif deterjen, anti-keausan (anti-wear), dan anti-oksidasi pada merek A bisa jadi tidak sejalan dengan senyawa kimia pada merek B. Reaksi yang tidak cocok ini berpotensi menimbulkan endapan lumpur (sludge) atau gumpalan padat di dalam mesin.

Penurunan Kinerja Pelumasan dan Viskositas

Menggabungkan dua formulasi berbeda dapat mengubah viskositas oli secara tak terduga. Oli bisa menjadi terlalu encer sehingga tidak mampu membentuk oil film, atau justru terlalu kental sehingga memperberat kerja mesin. Tanpa lapisan pelindung yang stabil, gesekan antarkomponen logam akan meningkat dramatis. Efeknya, komponen cepat aus, suhu mesin mudah overheating, dan tenaga mesin terasa tertahan.

Timbul Foaming

Oli mesin berkualitas mengandung aditif anti-foaming untuk mencegah terbentuknya gelembung udara akibat putaran mesin yang tinggi. Reaksi kimia dari dua merek yang berbeda dapat merusak aditif ini dan memicu munculnya busa berlebih. Busa mengandung udara, dan udara tidak bisa melumasi logam. Komponen yang terlapisi busa akan mengalami benturan langsung antar logam.

Kerusakan Seal dan Karet Mesin

Bahan dasar pelumas dan zat aditif tertentu bereaksi terhadap material seal atau paking karet di dalam mesin. Mencampur bahan kimia yang tidak cocok dapat menyebabkan seal karet menjadi keras, getas, atau justru mengembang berlebihan, yang pada akhirnya memicu kebocoran oli di mana-mana.

Baca Juga : Pengaruh Viskositas Oli Terhadap Performa Mesin Mobil

Jika berada di situasi darurat, bisa gunakan oli tambahan sementara dengan menggunakan oli merek lain yang memiliki viskositas (SAE) dan tingkatan API Service yang setara. Hal ini jauh lebih baik daripada membiarkan mesin berjalan tanpa oli. Begitu menemukan bengkel atau kembali dari perjalanan, segera lakukan flushing atau kuras bersih seluruh sisa oli campur tersebut. Jangan lupa mengganti filter oli dengan yang baru agar sisa-sisa aditif atau kontaminan dari oli sebelumnya tidak tertinggal.