
29 Apr Penyebab Transmisi Matik Mobil Overheat yang Mesti Anda Tahu
Penyebab Transmisi Matik Mobil Overheat yang Mesti Anda Tahu
Mayoritas mobil yang beredar di jalan, kini sudah mengadopsi transmisi model otomatis. Transmisi otomatis atau matik ini, memang bisa menyuguhkan kenyamanan berkendara karena tidak perlu lagi injak kopling dan pindah gigi secara manual. Namun, musuh utama dari sistem ini adalah panas berlebih atau overheat. Apalagi jika mobil dipakai di perkotaan yang sering sekali terjadi kemacetan. Jika dibiarkan, suhu ekstrem dapat merusak komponen internal seperti bagian kampas kopling, seal, hingga modul elektronik, yang berujung pada biaya perbaikan yang sangat mahal. Lantas apa sih yang menyebabkan transmisi matik mobil overheat? Yuk simak penjelasan selengkapnya.
Kualitas atau Volume Oli Transmisi yang Buruk
Oli transmisi (automatic transmission fluid) berfungsi sebagai pelumas, pembersih, sekaligus penyalur tenaga hidrolik. Seiring waktu, oli akan kehilangan viskositasnya dan kotor. Oli yang hitam dan berbau terbakar tidak lagi mampu menyerap panas dengan baik. Kebocoran pada seal atau selang dapat menyebabkan volume oli berkurang, sehingga sirkulasi pendinginan terganggu.
Beban Kerja yang Berlebihan
Memaksa mobil bekerja di luar kapasitas standarnya, akan meningkatkan suhu transmisi secara drastis. Hal ini sering terjadi saat membawa beban muatan yang terlalu berat, menanjak di area pegunungan yang terjal, atau terjebak dalam kemacetan parah.
Masalah pada Sistem Pendingin
Pada banyak mobil matik, pendinginan oli transmisi terintegrasi dengan radiator mesin melalui komponen bernama oil cooler. Jika radiator mesin kotor atau tersumbat, suhu air radiator akan naik dan gagal mendinginkan oli transmisi yang melewatinya. Jika kipas elektrik (extra fan) tidak berfungsi optimal, suhu mesin dan transmisi akan melonjak saat mobil berhenti atau berjalan lambat.
Baca Juga : Ketika Transmisi Matic Mobil Overheat, Ini Gejala yang Timbul
Kerusakan pada Komponen Internal
Kerusakan mekanis di dalam girboks juga bisa menghasilkan panas gesekan yang tidak wajar. Misalnya solenoid yang lemah, akan mengakibatkan perpindahan gigi tidak sempurna atau selip. Kampas kopling matik mulai tipis, juga bisa menimbulkan selip sehingga muncul gesekan berlebih yang menghasilkan panas tinggi dalam waktu singkat.