Apa Yang Terjadi Jika Tekanan Angin Pada Ban Tidak Sesuai

Apa Yang Terjadi Jika Tekanan Angin Pada Ban Tidak Sesuai?

Dari semua usaha untuk menjaga kendaraan Anda tetap awet dan tetap bisa dipakai dalam waktu yang panjang, pernahkah Anda terpikir bagaimana keadaan tekanan ban kendaraan Anda?  

Salah satu komponen penting pada kendaraan baik itu mobil maupun motor yang wajib dirawat dan diperhatikan adalah ban. Seperti yang sudah Anda ketahui, ban memiliki peranan penting bagi kendaraan. Bagaimana tidak, tanpa ban sudah jelas kendaraan Anda tidak bisa berjalan. Bisa juga dikatakan bahwa ban merupakan komponen pada kendaraan yang sama pentingnya seperti mesin. Tanpa mesin, kendaraan tidak bisa berjalan, tanpa ban juga kendaraan tidak bisa berjalan. Selain itu, ban juga memiliki peran untuk menopang seluruh bagian kendaraan termasuk bodi, mesin dan lainnya.

Maka dari itu Anda perlu memperhatikan kondisi ban secara rutin, sama dengan bagaimana Anda memperhatikan mesin kendaraan. Tekanan angin pada ban perlu dicek secara berkala agar Anda tidak mengalami kerusakan yang dapat memberikan kerugian, bahkan kerusakan bukan hanya kepada Anda sendiri tetapi juga orang-orang di sekitar kendaraan Anda.

Baca Juga: Terapkan 4 Cara Untuk Menjaga Kendaraan Anda Tetap Awet

Dan inilah beberapa hal yang mungkin terjadi jika tekanan angin pada ban kendaraan tidak sesuai:

  • Tekanan angin pada ban terlalu tinggi

Jika tekanan angin pada ban terlalu tinggi, kendaraan yang Anda bawa akan terasa seperti memantul ataupun bergoncang karena ban tidak memutar dengan sempurna. Hal tersebut terjadi karena bagian ban yang menyentuh aspal cenderung lebih sedikit ketika tekanan angin terlalu tinggi. Akibatnya ban tidak bisa ‘mencengkeram’ aspal dan pastinya kenyamanan berkendara pun pasti berkurang.

Selain itu, bagian tengah ban kendaraan pun akan aus atau habis sebelum waktunya yang dapat menyebabkan masalah jika Anda lupa untuk melakukan pengecekan ataupun penggantian ban.

  • Tekanan angin pada ban terlalu rendah

Sebaliknya jika tekanan angin pada ban terlalu rendah, justru ban kendaraan Anda memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk meletus saat perjalanan. Selain itu, tekanan rendah dapat menyebabkan kerusakan pada velg mobil Anda karena ban tidak beroperasi secara sempurna.

Jika tekanan terlalu tinggi dapat menyebabkan hanya sedikit permukaan ban yang menyentuh aspal, sebaliknya jika tekanan angin pada ban terlalu rendah, akibatnya lebih banyak bagian ban yang menyentuh aspal karena ban sedikit kempes. Hal tersebut membiarkan lebih banyak friksi atau gesekan terjadi antara ban dengan aspal yang dapat menyebabkan ban kendaraan yang habis maupun aus lebih cepat.

Sebaiknya Anda menjaga tekanan angin ban tetap pada tekanan standarnya yang dicek setiap 1-2 bulan sekali sehingga tidak terjadi kerusakan yang dapat menggangu aktivitas berkendara Anda. Tekanan angin ban setiap kendaraan berbeda-beda, Anda bisa menemukan ukuran yang tepat dengan membaca buku manua. Anda juga sebaiknya cek keadaan tekanan angin ban setiap minimal 6 bulan sekali, karena faktanya suhu dan temperature lingkungan sekitar sangat mempengaruhi kondisi tekanan pada ban kendaraan.

Baca Juga: Apa yang Akan Terjadi Jika Oli Kendaraan Anda Benar-benar Habis?



WordPress Video Lightbox Plugin