spek oli mesin

Waspadai Penggunaan Spesifikasi Oli Mesin

Waspadai Penggunaan Spesifikasi Oli Mesin

Saat ini, ada dua jenis mesin mobil yang dipasarkan yaitu, mesin bensin dan mesin diesel. Keduanya memiliki jenis yang berbeda untuk pelumas yang digunakan. Jika oli mesin yang dituangkan ke dalam mesin mobil memiliki perbedaan spesifikasi, apa yang akan terjadi?

Seperti yang kita tahu, bahan dasar pelumas terbagi menjadi bahan dasar mineral dan sintetik. Sebaiknya gunakan bahan dasar pelumas sesuai rekomendasi pabrikan yang biasa ditemukan di buku petunjuk.

Selain itu, setiap kendaraan memiliki kebutuhan spesifikasi tingkat kekentalan oli mesin yang berbeda-beda. Tingkat kekentalan oli mesin ini bisa dilihat dari figur SAE pada setiap kemasan oli mesin.

Baca Juga : Penggunaan Oli Mesin Yang Tepat Berdasarkan Spesifikasi Kendaraan

Pada mesin diesel dan bensin memiliki karakteristik fisika kimia yang berbeda. Seperti pada nilai TBN, kandungan abu sulfat dan juga kandungan logam yang ada pelumas. Pada mesin diesel, menggunakan API Service dengan huruf awal “C” (Compression) yang bisa ditemui pada setiap kemasan pelumas. Sementara untuk kendaraan bensin menggunakan huruf awal “S” (Spark).

Dari perbedaan-perbedaan tersebut, dampak yang bisa terjadi jika menggunakan oli mesin dengan spesifikasi yang berbeda, antara lain:

  1. Kerak mampu menahan proses pelepasan panas piston mesin. Kerak juga menghalangi pelumas melakukan proses pendinginan pada piston. Akibat terburuknya, piston memuai sehingga bisa menyebabkan mesin berhenti bekerja.
  2. Efek hambatan mesin jelas lebih berat sehingga konsumsi bensin boros dan emisi gas buang juga tinggi.
  3. Penggunaan oli diesel pada mesin bensin dikhawatirkan dapat menimbulkan keausan dalam jangka panjang karena nilai kandungan TBN diesel lebih besar dari bensin (antara 10-20 [mg KOH/g]), dengan ikatan kimia umumnya Ca (calsium) atau Mg (magnesium) juga lebih besar dari bensin.
  4. Jika oli mesin diesel digunakan di mobil bensin terus-menerus, maka kelebihan logam Ca/Mg bisa mengendap akibat proses oksidasi menjadi CaSO4/MgSO4. Endapan ini bisa bersirkulasi dengan oli mesin dan menempel di filter oli atau masuk ke celah-celah komponen. Lambat laun dapat membentuk gel dan oli mesin mengental. Jika dibiarkan, bisa terbentuk boundary lubricant dan mengakibatkan keausan.
  1. Penggunaan oli mesin bensin untuk mesin diesel juga menghadirkan kendala. Kandungan sulfur pada bahan bakar solar lebih tinggi, sehingga efeknya bisa terjadi diterjensi.


WordPress Video Lightbox Plugin