
19 Des Tanda yang Harus Dipahami Saat Koil Mobil Rusak
Tanda yang Harus Dipahami Saat Koil Mobil Rusak
Dalam sebuah sistem pengapian mobil, komponen ignition coil alias koil pengapian memiliki peran yang sangat penting. Mobil tidak akan bisa menyala atau berjalan normal bila koil pengapian mengalami gangguan. Pada mobil yang sudah memiliki waktu pemakaian yang panjang, koil pengapian mungkin saja tidak bekerja dengan normal lagi. Bila saatnya tiba, sebaiknya kita sudah memahami gejala yang akan timbul di mobil.
Bila dilihat, fungsi koil pengapian adalah mengubah tegangan rendah dari baterai 12 Volt menjadi tegangan sangat tinggi hingga 20.000 – 30.000 Volt untuk menciptakan percikan bunga api pada busi. Ketika koil mulai melemah atau mati, performa mesin akan langsung terdampak.
Mesin Pincang
Salah satu tanda paling umum adalah mesin terasa bergetar hebat atau “pincang”, terutama saat posisi langsam. Hal ini terjadi karena salah satu silinder tidak mendapatkan percikan api yang cukup, sehingga proses pembakaran tidak sempurna atau tidak terjadi sama sekali.
Check Engine Menyala
Sistem komputer mobil (ECU) akan mendeteksi adanya kegagalan pembakaran misfire. Sensor akan mengirimkan sinyal sehingga lampu indikator mesin di dashboard menyala. Jika dipindai menggunakan alat scanner, biasanya akan muncul kode kesalahan seperti “P0300” misfire acak atau “P0301-P0304” misfire pada silinder spesifik.
Konsumsi Bahan Bakar Boros
Karena koil tidak bekerja optimal, busi tidak dapat membakar bahan bakar secara efisien. ECU akan berusaha mengompensasi kekurangan tenaga dengan menyemprotkan lebih banyak bahan bakar. Hasilnya, mobil terasa lebih boros bensin dari biasanya namun tenaga tetap loyo.
Mesin Sulit Hidup
Koil yang rusak akan kesulitan menghasilkan energi untuk memicu pembakaran awal, terutama saat mesin dalam kondisi dingin atau justru saat sangat panas. Jika koil sudah mati total, mobil mungkin tidak bisa dinyalakan sama sekali karena tidak ada api yang menuju busi.
Timbul Asap Hitam atau Bau Bensin dari Knalpot
Bahan bakar yang tidak terbakar di dalam silinder akibat tidak ada api dari koil akan terbuang ke sistem pembuangan. Hal ini menyebabkan munculnya bau bensin yang menyengat dari knalpot atau keluarnya asap hitam. Paling parah, berpotensi merusak catalytic converter karena terbakar di jalur pipa pembuangan.
Gejala Backfiring
Backfire terjadi ketika bahan bakar yang tidak terbakar di silinder meledak di dalam pipa knalpot. Hal ini sering terdengar seperti suara letupan atau tembakan dari bagian belakang mobil. Jika dibiarkan, tekanan ledakan ini bisa meretakkan komponen knalpot.
Baca Juga : Kebiasaan Mengemudi yang Membuat Mesin Mobil Cepat Rusak
Penurunan Performa dan Akselerasi
Saat menginjak pedal gas, mobil terasa tertahan atau tersendat-sendat. Anda akan merasakan kehilangan tenaga yang signifikan, terutama saat beban mesin berat seperti saat menanjak atau menyalakan AC.