Perawatan Rutin Mobil Diesel Agar Tetap Joss

Perawatan Rutin Mobil Diesel Agar Tetap Joss

Perawatan Rutin Mobil Diesel Agar Tetap Joss

Konsumen memilih mobil diesel sebagai tunggangannya dengan beberapa alasan. Seperti, konsumsi BBM yang lebih irit, torsi besar yang dimilikinya dan juga lebih ramah lingkungan ketimbang mobil bensin.

Namun, segala kelebihan dari mobil bermesin diesel ini bisa sirna karena minimnya perawatan. Mobil jadi boros, tidak bertenaga dan tidak ramah lingkungan. Agar hal ini bisa dihindari, kami akan jabarkan perawatan rutin mobil diesel yang wajib dilakukan agar mobil tetap ideal.

Pilih oli berkualitas

Solar sebagai bahan bakar mobil diesel memiliki kandungan asam yang tinggi. Dampaknya, oli mesin diesel lebih cepat menjadi hitam. Jika terlalu lama dibiarkan, aditif oli berpotensi menghilang karena soot atau asam pada sisa pembakaran mesin. Nah, untuk oli bisa dipilih yang berkualitas seperti Deltalube Daily Diesel 15W-40. Oli ini sudah bersertifikasi API CI-4 dan sudah diformulasikan khusus mobil diesel modern dengan teknologi common rail, turbocharger dan intercooler.

Perawatan filter

Perawatan filter bisa menjadi salah satu kunci performa mobil diesel. Filter yang ada di mobil diesel harus mendapat perhatian lebih. Penyebabnya adalah mobil diesel punya rasio kompresi yang tinggi. Sehingga kemampuan menghisap udaranya lebih kuat. Akibatnya, filter udara lebih cepat kotor ketimbang mobil bensin. Begitu juga dengan filter bahan bakar, bila diberikan kualitas yang buruk, filter akan lebih cepat kotor. Terakhir, kandungan asam yang tinggi membuat komponen oli terdegradasi. Sehingga membuat penumpukan kotoran pada filter oli.

Baca Juga : Penyebab Asap Mesin Diesel Disebut Tinta Cumi-cumi

Pakai bahan bakar sesuai anjuran

Layaknya mesin bensin, bahan bakar mobil diesel juga penting untuk diperhatikan. Bahan bakar dengan harga murah, tentu kualitasnya tidak akan baik. Dalam artian, solar yang buruk mengandung banyak sulfur. Sedangkan kandungan sulfur yang tinggi membuat penyumbatan pada injektor dan kerak yang berlebihan di ruang bakar. Hal ini membuat BBM lebih boros dan mobil tidak bertenaga.