
09 Nov Penyebab Dan Dampak Minyak Rem Motor Sering Berkurang
Ini Risikonya Minyak Rem Motor Sering Berkurang
Salah satu masalah yang kerap dialami pemilik motor adalah minyak rem yang sering berkurang. Minyak rem dibutuhkan pada rem cakram untuk memberikan tekanan hidraulis pada kaliper rem. Komponen yang bersifat cair ini juga bisa berkurang seiring dengan pemakaian.
Jika minyak rem motor berkurang, maka dapat dipastikan ada kebocoran pada beberapa titik sistem pengereman. Jika hal ini didiamkan, tentu akibatnya akan sangat fatal bagi keselamatan pengendara. Namun, perlu dicari tahu apa penyebab dan dampak minyak rem motor sering berkurang.
Sil master rem terletak di dalam dan berfungsi sebagai penekan minyak rem. Beberapa komponen yang membentuknya adalah karet, per, dan logam yang jika rusak. Minyak rem pun bisa saja keluar dari bagian itu. Apabila komponen ini bocor, kemungkinan besar bagian karetnya sudah rusak dan jika disentuh maka minyak yang bocor dan sangat terasa.
Baca Juga : Fungsi Kandungan Dan Klasifikasi Minyak Rem
Jika bagian sil master masih baik, tapi minyak rem motor tetap cepat berkurang, kemungkinan kedua adalah adanya kerusakan pada komponen slang. Slang yang aus atau pecah dapat menjadi jalan minyak rem keluar. Jika sudah begini, rem motor dipastikan blong. Selain itu, nipel dan ring pengganjal yang aus juga bisa menjadi jalan minyak rem merembes atau mengalir lewat komponen tersebut.
Kampas rem yang tipis memerlukan minyak rem yang semakin banyak untuk mendorongnya. Sehingga di dalam sistem, minyak rem pada tabung minyak rem banyak berkurang. Sebabnya, kampas rem yang tipis membuat minyak rem dalam kaliper menjadi lebih banyak. Biasanya, kampas rem cepat tipis karena seringnya melakukan pengereman ekstrem. Karena itu, biasakan mengerem dengan cara wajar atau perlahan. Selain itu, segera ganti kampas rem dan isi ulang minyak rem.