Masalah pada Pompa Hidrolik

Pemecahan Masalah pada Pompa Hidrolik

Ketika masalah hidrolik terjadi, pompa adalah salah satu komponen pertama yang diganti, tetapi harus menjadi yang terakhir. Pompa adalah salah satu bagian yang paling memakan waktu dan mahal untuk diganti, dan tidak boleh diganti sebelum beberapa pengujian dilakukan. Dalam pembahasan kali ini, kita akan membahas beberapa tes dan pemeriksaan paling sederhana yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum Anda mempertimbangkan penggantian suku cadang.

Tes Visual

Sebelum tes fisik dilakukan, ada beberapa tes visual dasar yang dapat Anda lakukan untuk memastikan keadaan pompa Anda.

Periksa apakah motor listrik berjalan. Meskipun ini adalah konsep yang sederhana, sebelum Anda mulai mengganti suku cadang, penting bagi Anda untuk memastikan motor listrik berjalan. Ini sering menjadi salah satu aspek yang paling mudah untuk diabaikan, tetapi perlu dikonfirmasi sebelum melangkah maju.

Periksa apakah poros pompa berputar. Meskipun pelindung kopling dan dudukannya dapat menyulitkan pemeriksaan ini, penting untuk memastikan apakah poros pompa Anda berputar. Jika tidak, ini bisa menjadi indikasi masalah yang lebih parah, dan ini harus segera diselidiki.

Periksa level oli industri. Yang ini cenderung menjadi pemeriksaan yang lebih jelas, karena seringkali merupakan satu-satunya faktor yang diperiksa sebelum pompa diganti. Level oli industri harus tiga inci di atas pompa hisap. Jika tidak, pusaran dapat terbentuk di reservoir, memungkinkan udara masuk ke pompa.

Jika level oli industri rendah, tentukan di mana letak kebocoran pada sistem. Meskipun ini bisa menjadi proses yang sulit, penting untuk memastikan mesin Anda bekerja dengan baik. Kebocoran bisa sulit ditemukan.

Pemeriksaan Suara

Seperti apa suara pompa saat beroperasi secara normal? Pompa baling-baling (vane pump) umumnya lebih tenang daripada pompa piston (piston pump) dan roda gigi (gear pump). Jika pompa memiliki suara rengekan bernada tinggi, kemungkinan besar itu adalah kavitasi. Jika ada suara ketukan, seperti kelereng yang berderak, kemungkinan penyebabnya adalah aerasi.

Kavitasi

Kavitasi adalah pembentukan dan jatuhnya rongga udara dalam cairan. Ketika pompa tidak bisa mendapatkan total volume oli industri yang dibutuhkan, kavitasi terjadi. Oli industri hidrolik mengandung sekitar 9% udara terlarut. Ketika pompa tidak menerima volume oli industri yang cukup pada port hisapnya, tekanan vakum tinggi terjadi.

Baca juga : Penyebab Kegagalan Pompa Hidrolik

Udara terlarut ini ditarik keluar dari oli industri di sisi hisap dan kemudian runtuh atau meledak di sisi tekanan. Ledakan menghasilkan suara yang sangat stabil dan bernada tinggi. Saat gelembung udara runtuh, bagian dalam pompa rusak. Sementara kavitasi adalah perkembangan yang menghancurkan, dengan praktik pemeliharaan preventif yang tepat dan sistem pemantauan kualitas, deteksi dini dan pencegahan tetap dapat dicapai.