
27 Jan Pelumasan Hidrodinamik
Pelumasan Hidrodinamik
Rezim pelumasan ini terjadi di antara permukaan geser saat lapisan oli industri menyangga dan menciptakan jarak bebas kerja (misalnya, antara shaft yang berputar dan bearing jurnal). Agar pelumasan hidrodinamik dapat diterapkan secara berhasil dan menyeluruh, harus ada tingkat kesesuaian geometri yang tinggi antara komponen mesin (misalnya, lengkungan shaft dan lengkungan cangkang pada bearing jurnal sangat mirip) dan tekanan kontak rendah yang dihasilkan (100 hingga 300 psi pada bearing jurnal industri) antara permukaan dalam gerakan relatif.
Kondisi rezim pelumasan ini terjadi setelah mesin mulai berputar dan kecepatan serta beban sedemikian rupa sehingga irisan oli industri terbentuk di antara permukaan shaft dan bearing. Irisan oli industri ini mengangkat shaft menjauh dari permukaan bearing sehingga risiko kontak yang tidak rata sangat kecil. Ini adalah kondisi yang diinginkan untuk menghindari gesekan dan keausan.
Gesekan yang tersisa ditemukan di dalam pelumas itu sendiri, karena struktur molekul oli industri saling bergeser selama pengoperasian. Lapisan oli industri biasanya setebal 2 hingga 100 mikron. Lapisan oli industri dapat lebih tebal (300 mikron) pada bearing jurnal berdiameter sangat besar. Nilai lambda (rasio ketebalan lapisan oli industri terhadap kekasaran permukaan) biasanya lebih besar dari 2.
Agar pelumasan hidrodinamik efektif, viskositas oli industri harus sedemikian rupa sehingga kondisi hidrodinamik akan tetap terjaga pada setiap kondisi pengoperasian, seperti kecepatan tinggi dan beban tinggi, kecepatan rendah dan beban tinggi, kecepatan rendah dan beban rendah, dst. Jika kondisi pengoperasian menyebabkan jarak bebas kerja berkurang terlalu banyak, kontak logam ke logam antara titik-titik tinggi logam atau kekasaran dapat terjadi.
Baca Juga : Pelumasan Elastohidrodinamik
Jika viskositas oli industri terlalu kental, hambatan internal molekul oli industri akan mengurangi efisiensi pengoperasian dan suhu akan meningkat. Mungkin ada baiknya untuk menganggap pelumasan hidrodinamik seperti hydroplaning ketika ban mobil kehilangan kontak dengan jalan. Mobil yang berat dapat ditopang oleh cairan dengan viskositas rendah (air) dan kehilangan kontak dengan jalan karena kecepatan mobil. Banyak faktor yang sama terjadi dalam pelumasan hidrodinamik.