
09 Feb Pahami Bahayanya Gunakan Oli Bekas untuk Kendaraan
Pahami Bahayanya Gunakan Oli Bekas untuk Kendaraan
Maksud hati ingin menghemat biaya perawatan, jalan pintas yang dipilih dengan menggunakan oli bekas bisa menjadi keputusan yang sangat berisiko. Meskipun terlihat seperti cairan kental yang masih licin, oli bekas telah kehilangan segala sifat perlindungannya dan justru berubah menjadi zat merusak. Bila tidak percaya, akan kami jabarkan dampak buruk penggunaan oli bekas untuk kendaraan.
Akumulasi Gram Logam dan Lumpur (Sludge)
Oli yang sudah dipakai mengandung partikel halus hasil gesekan komponen mesin (gram besi) dan sisa pembakaran karbon. Jika dimasukkan kembali ke mesin, partikel logam ini bertindak seperti amplas cair. Alih-alih melumasi, oli bekas justru mengikis dinding silinder, piston, dan kruk as secara agresif. Oli bekas cenderung mengental dan membentuk lumpur (sludge) yang dapat menyumbat saluran oli kecil (jalur pelumasan mikro).
Hilangnya Kemampuan Viskositas
Viskositas adalah tingkat kekentalan oli untuk menjaga lapisan film antar logam. Pada oli bekas, struktur molekulnya sudah pecah akibat panas ekstrem dan tekanan tinggi. Oli tidak lagi mampu membentuk lapisan pelindung (oil film). Saat mesin bekerja, logam akan bergesekan langsung (metal-to-metal contact), yang menyebabkan suhu mesin meningkat drastis dalam waktu singkat (overheat).
Kandungan Asam yang Korosif
Selama proses pembakaran, oli terkontaminasi oleh bahan bakar dan gas sisa yang bersifat asam. Oli baru memiliki aditif Total Base Number (TBN) untuk menetralkan asam ini, namun pada oli bekas, aditif tersebut sudah habis. Oli bekas bersifat korosif. Ia akan memicu karat pada komponen internal mesin dan merusak segel (seal) karet, yang berujung pada kebocoran oli di berbagai titik.
Baca Juga : Apa Fungsi TBN Pada Oli Mesin?
Kerusakan Permanen pada Komponen Vital
Penggunaan oli bekas dalam jangka waktu pendek sekalipun dapat menyebabkan kerusakan yang memerlukan turun mesin (overhaul). Seperti piston macet akibat panas berlebih dan gesekan kasar. Sedangkan bagi mobil bermesin turbo, oli bekas akan merusak bantalan (bearing) turbo yang sangat sensitif terhadap kebersihan pelumas. Kotoran pada oli bekas bisa membuat pompa oli berhenti bekerja, sehingga seluruh mesin mati total karena gagal sirkulasi.