oli mesin motor

Oli Mesin Motor Sering Berkurang. Apa penyebabnya?

Oli mesin motor sering berkurang. Salah satunya karena adanya kebocoran

Oli mesin motor berfungsi mengurangi keausan akibat gesekan antara komponen, mendinginkan suhu mesin dan membersihkan ruang mesin dari berbagai kotoran. Untuk keausan akibat gesekan komponen sebagai salah satu yang krusial, perlu diredam dengan oli mesin agar usia pakai mesin motor lebih panjang.

Di lain sisi, sejalan dengan penggunaan sehari-hari, tanpa disadari volume oli mesin sering berkurang atau bahkan nyaris habis. Berkurangnya oli mesin motor ini berisiko memengaruhi performa hingga merusak mesin. Walau umumnya oli mesin membuat lapisan film yang tipis di permukaan logam sebagai perlindungan, tapi karena volumenya terus berkurang atau habis, lapisan itu tak lagi dapat melindungi.

Ada beberapa penyebab oli mesin motor sering berkurang. Salah satunya karena adanya kebocoran akibat ulir baut pembuangan oli mesin sudah halus atau terkikis. Perlahan tapi pasti, dalam waktu relatif tidak lama kebocoran ini membuat oli mesin cepat berkurang. Sebagai indikasi kebocoran adalah jika ada tetesan oli mesin di area parkir motor.

Baca Juga  : kapan sebaiknya mengganti oli transmisi motor matic

Kebocoran pada seal klep (katup) menjadi penyebab berikutnya. Kondisi ini disebabkan seal klep yang sudah getas. Oli mesin yang dipompa naik ke kepala silinder untuk melumasi mekanisme katup (noken as, rocker arm dan katup), tak lagi dapat dihalau oleh seal. Sehingga masuk ke ruang bakar dan akan terbakar sedikit demi sedikit. Indikasinya, bisa dilihat pada knalpot yang mengeluarkan asap putih dan dibasahi oli. Solusinya, segera ganti seal dengan pemasangan yang benar.

Dinding silinder yang baret menjadi penyebab lainnya. Dinding silinder yang tergores akibat minim pelumasan dapat menciptakan celah yang bisa dimasuki oli mesin menuju ruang bakar. Oli pun terus berkurang karena ikut terbakar dan keluar melalui knalpot berupa asap putih.

Keluarnya oli mesin ke knalpot juga akibat ring piston yang aus. Ring piston yang tidak lagi rapat dengan dinding silinder, membuat oli mesin mudah masuk ke ruang bakar. Di lain sisi, campuran bahan bakar-udara juga bisa masuk ke ruang oli yang berarti tekanan kompresi mesin berkurang. Jika dinding silinder tergores dan ring piston sudah aus tentu perlu membongkar mesin (overhaul) untuk perbaikan.

Penyebab berikutnya adalah jarang mengganti oli mesin. Terlebih dengan mobilitas yang tinggi atau sering memacu kecepatan tinggi, oli mesin akan cepat mengalami penguapan. Oli mesin yang berada di bawah batas minimal, tidak lagi dapat melumasi komponen mesin dan menyebabkan kerusakan fatal dan lebih dini.

Disarankan, bila belum lama diganti sebaiknya oli mesin ditambahkan bila berkurang. Selain itu, gunakan merek oli mesin dan kekentalan yang sama. Misalnya, jika sebelumnya menggunakan oli Deltalube Daily SAE 10W30, maka bisa ditambahkan dengan oli mesin yang sama. Jika berbeda merek oli mesin, berpotensi merusak mesin karena kandungan aditif di dalam oli mesin tidak sama.

 

 

 



WordPress Video Lightbox Plugin