
15 Apr Kenali Tanda Transmisi Matic Mobil Rusak Sebelum Terlambat
Kenali Tanda Transmisi Matic Mobil Rusak Sebelum Terlambat
Transmisi otomatis atau matic mobil diciptakan untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi pengemudi. Namun, di balik kemudahannya, sistem ini memiliki system mekanis yang jauh lebih kompleks dibandingkan transmisi manual. Sedikit saja kerusakan pada komponen di dalamnya bisa berujung pada biaya perbaikan yang menguras kantong. Mengenali gejala awal kerusakan bisa dibilang sebagai kunci agar mobil tidak berakhir di bengkel transmisi untuk perbaikan total. Berikut adalah tanda-tanda transmisi matic mobil mulai bermasalah.
Gejala Hentakan Kasar
Salah satu tanda yang paling mudah dirasakan adalah munculnya hentakan keras saat memindahkan tuas transmisi, misalnya dari P ke D atau R. Umumnya hal ini terjadi karena kerusakan pada solenoid valve atau akumulator tekanan yang sudah lemah. Perpindahan gigi terasa tidak halus dan mobil seperti “ditendang” dari belakang.
Perpindahan Gigi Delay
Pernahkah Anda menginjak pedal gas, mesin meraung, tapi mobil tidak segera melaju? Atau saat memindahkan tuas ke D, butuh waktu beberapa detik sebelum mobil mulai merayap? Gejala ini disebabkan oleh tekanan oli transmisi yang tidak cukup untuk menggerakkan kopling di dalam girboks. Ini sering terjadi karena oli transmisi yang sudah sangat kotor atau filter oli yang tersumbat.
Transmisi Slip
Slip terjadi ketika mesin sudah berputar kencang atau RPM tinggi, namun kecepatan mobil tidak bertambah secara proporsional. Rasanya seperti mobil kehilangan tenaga di tengah jalan.Penyebab utamanya adalah kampas kopling di dalam transmisi sudah aus atau tipis. Jika dibiarkan, mobil bisa mogok total karena tenaga dari mesin tidak tersalurkan sama sekali ke roda.
Muncul Suara Berisik atau Mendengung
Jika Anda mendengar suara mendengung, benturan logam atau suara menderu saat posisi gigi tertentu, itu adalah sinyal bahaya. Kerusakan pada bearing, roda gigi yang aus, atau masalah pada torque converter. Pada mobil matic, suara “kretek-kretek” saat berpindah gigi biasanya menandakan ada komponen mekanis yang sudah pecah atau lepas.
Bau Hangus dari Area Mesin
Bau terbakar yang tajam biasanya menandakan oli transmisi Anda mengalami panas berlebih. Oli transmisi yang sudah melewati masa pakainya kehilangan kemampuan melumasi, sehingga terjadi gesekan berlebih antar komponen logam yang menimbulkan panas tinggi. Cek dipstik oli transmisi. Jika warnanya hitam pekat (seharusnya merah bening) dan berbau gosong, segera ganti.
Kebocoran Cairan Transmisi
Berbeda dengan oli mesin yang berwarna cokelat/hitam, oli matic umumnya berwarna merah terang. Jika Anda menemukan tetesan cairan merah di lantai garasi, itu menandakan ada kebocoran serius. Seal transmisi yang pecah, paking yang bocor, atau saluran oli yang retak. Transmisi matic bekerja berdasarkan tekanan hidrolik. Jika oli berkurang, transmisi akan cepat panas dan rusak permanen.
Baca Juga : Bahaya Telat Ganti Oli Transmisi Matik Mobil, Jangan Diabaikan
Perawatan transmisi harus maksimal, dengan memberi oli transmisi berkualitas seperti Deltalube 799 ATF cocok untuk digunakan kendaraan yang memenuhi persyaratan spesifikasi transmisi Dexron III. Formulanya dirancang memberikan perlindungan terhadap aus yang unggul untuk semua mobil penumpang dan light duty truck.