Kenali Beberapa Penyebab Pengapian Motor Jadi Loyo

Kenali Beberapa Penyebab Pengapian Motor Jadi Loyo

Kenali Beberapa Penyebab Pengapian Motor Jadi Loyo

Peran pengapian pada sebuah motor, bak sebuah jantung pada makhluk hidup. Bila pengapian tidak normal, motor bakal terasa lesu, susah dihidupkan hingga mogok di jalan. Lemahnya pengapian motor tidak datang tiba-tiba dan pasti ada penyebabnya. Yuk, kita simak sama-sama apa saja penyebabnya.

Idealnya, pengapian motor menghasilkan percikan api biru yang kuat dan stabil. Namun, ketika percikan berubah menjadi merah, kuning, atau bahkan sangat kecil, itu pertanda ada masalah.

Kerusakan pada Busi

Bisa dibilang busi adalah ujung tombak sistem pengapian. Fungsinya adalah menciptakan percikan api di ruang bakar. Celah yang terlalu lebar membutuhkan tegangan yang lebih tinggi untuk melompat, sementara celah yang terlalu sempit menghasilkan percikan api yang lemah. Endapan karbon atau oli/bahan bakar yang berlebihan pada elektroda akan mengganggu kualitas percikan dan membuat arus listrik bocor.

Selain itu, elektroda yang aus atau insulator (keramik) yang retak dapat menyebabkan percikan api menjadi sangat lemah atau hilang sama sekali. Heat range busi harus sesuai dengan spesifikasi mesin. Busi yang terlalu dingin mudah berkerak, sedangkan busi yang terlalu panas dapat menyebabkan pre-ignition atau pengapian dini.

Masalah pada Koil Pengapian

Koil berfungsi mengubah tegangan rendah dari baterai atau spul (12V) menjadi tegangan ribuan volt yang diperlukan busi. Koil yang terlalu panas bisa disebabkan oleh lilitan kawat (kumparan) di dalamnya sudah termakan usia atau korsleting, sehingga resistansinya meningkat dan output tegangan menurun. Isolasi kawat lilitan yang rusak atau putus akan mengurangi kemampuan koil untuk menghasilkan tegangan tinggi. Sambungan kabel koil yang kendor atau korosi menghambat aliran arus primer, mengurangi input ke koil, dan otomatis melemahkan output.

Gangguan pada Sumber Arus

Pada motor, sumber arus bisa berasal dari baterai atau spul. Jika menggunakan sistem pengapian AC, spul yang sudah lemah atau lilitannya putus akan menghasilkan tegangan input ke CDI/Koil yang rendah, menyebabkan pengapian loyo. Kiprok berfungsi menstabilkan dan mengisi daya baterai. Jika kiprok rusak, tegangan ke sistem pengapian (terutama pada motor DC) bisa tidak stabil atau terlalu rendah, melemahkan kinerja Koil.

Kerusakan pada CDI atau ECU

CDI atau ECU merupakan otak dari sistem pengapian, bertugas mengatur waktu dan durasi percikan api. Kapasitor, dioda, atau sirkuit elektronik di dalam CDI bisa mengalami kerusakan karena usia, panas atau tegangan berlebih. CDI yang rusak tidak mampu menyimpan dan melepaskan muatan listrik dengan optimal, sehingga percikan api menjadi lemah. Kabel sensor pick-up yang longgar atau putus-putus akan mengirimkan sinyal waktu pengapian yang tidak akurat ke CDI/ECU, yang berakibat pada percikan api yang tidak tepat waktu dan lemah.

Baca Juga : Penjelasan Motor Bisa Mogok Gara-gara Busi Kena Air Saat Dicuci

Masalah pada Kabel dan Konektor

Arus listrik harus mengalir tanpa adanya hambatan. Setiap hambatan tentu akan mengurangi energi yang sampai ke busi. Isolasi pada kabel busi yang retak atau aus dapat menyebabkan tegangan tinggi bocor ke body motor sebelum mencapai busi.