Cari Kami

Deteksi Roda Goyang

Deteksi Roda Goyang

Salah satu penyebab motor tak lagi nyaman dikendarai adalah kondisi roda goyang. Penyebabnya, tak hanya karena laher (bearing) roda yang sudah aus. Bisa juga karena pelek yang peang akibat melindas lubang jalan atau karena pemasangan ban yang tidak benar.

Selain tidak nyaman, roda goyang juga berpotensi membahayakan. Karena perputaran roda sudah tidak lagi bulat secara merata, motor terasa bergetar ketika melaju di jalan. Tak ayal, kondisi ini mudah menimbulkan rasa kesemutan baik di tangan atau anggota tubuh lainnya.

Lebih berbahaya, saat menikung dengan kecepatan menengah. Permukaan ban tidak lagi menapak ke jalan secara penuh karena di salah satu sisi ban sudah bergeser dari titik tapaknya. Karena mudah dikenali bodi motor terasa bergoyang tidak normal atau seperti sebelumnya.

Baca Juga : Ini Indikasi Roda Mobil Perlu Spooring dan Balancing

Dari beberapa gejala itu, kerusakan roda bisa dicek dan diantisipasi sejak dini. Caranya juga mudah dan bisa dilakukan sendiri. Juga tidak membutuhkan peralatan khusus dan caranya sama untuk roda depan maupun belakang.

Bearing roda

Posisikan motor dengan standar tengah. Kemudian gerakkan roda belakang maupun depan ke arah samping kiri dan kanan serta ke arah depan dan belakang. Hal ini untuk mengetahui apakah bearing roda aus atau tidak. Jika bearing sudah aus, roda terasa oblak ketika digerakan. Ganti bearing jika sudah aus.

Pelek peang

Untuk mendeteksi pelek peang bisa menggunakan jari telunjuk atau obeng. Dekatkan ujung obeng hampir menyentuh pelek. Putar roda ke arah depan maupun belakang. Kalau pelek peang, tentu ada sisi pelek yang menyentuh ujung obeng yang berada di dekat pelek tersebut. Jika hal ini terjadi, pelek perlu dipres ulang.

Ban

Pemasangan ban yang tidak presisi juga bisa mengakibatkan motor terasa bergoyang atau getar saat dikendarai. Posisi pemasangan ban yang benar bisa dilihat dari garis melingkar pada bibir ban dekat bibir pelek, jaraknya harus sama.

Kalau jaraknya tidak sama, ban bisa dikempiskan lebih dulu. Selanjutnya posisi jarak garis melingkar tersebut disamakan. Barulah ban dipompa kembali dengan tekanan sesuai anjuran pabrik.

Oh ya, jangan lupa periksa petunjuk rotasi pada ban. Jika rotasi terbalik, tapak ban juga terbalik. Akibatnya fungsi alur ban untuk membuang panas dan air saat dikendarai tidak maksimal. Akibat lainnya adalah ban lebih cepat aus dan motor kurang nyaman dikendarai.



WordPress Video Lightbox Plugin