
06 Mar Dampak Sering Menghantam Lubang Pada Motor
Dampak Sering Menghantam Lubang Pada Motor
Ketika sedang berkendara dengan sepeda motor, seketika menghantam lubang jalan yang lumrah muncul di saat musim hujan. Selain kaget karena merasa jiwa terancam, dampaknya bisa sampai karusakan pada sepeda motor. Dampaknya mulai dari komponen yang terlihat hingga area mesin yang tersembunyi. Berikut ini kami jabarkan secara detail mengenai dampak motor yang sering terkena lubang di jalan.
Kerusakan Velg
Pelek merupakan komponen pertama yang menerima beban benturan secara langsung. Benturan keras dapat menyebabkan jari-jari kendur, patah, atau velg menjadi tidak presisi. Pelek racing (cast wheel) punya material yang lebih kaku ketimbang pelek jari-jari. Jika menghantam lubang yang dalam dengan kecepatan tinggi, velg bisa penyok (peyang), bibir velg pecah, atau bahkan retak halus yang menyebabkan ban tubeless perlahan kehilangan tekanan udara.
Ban Lekas Aus
Ban berfungsi sebagai peredam pertama, namun ia memiliki batasan elastisitas. Benturan keras dapat memutus kawat atau benang nilon di dalam struktur ban. Akibatnya, dinding ban akan menonjol keluar. Ban yang benjol sangat berbahaya karena berisiko meledak saat melaju kencang. Jika bibir lubang cukup tajam, dinding samping ban (sidewall) bisa tersayat, yang biasanya tidak bisa diperbaiki dan harus ganti baru.
Kerusakan Suspensi
Tugas suspensi adalah meredam guncangan, namun lubang memberikan beban kejut yang ekstrem. Tekanan oli yang melonjak tiba-tiba saat menghantam lubang dapat merusak seal karet. Jika oli bocor, daya redam hilang dan motor akan terasa “membal” tidak terkendali. Pada benturan yang sangat ekstrem, batang besi (as) suspensi depan bisa bengkok, yang membuat kendali motor menjadi berat dan tidak stabil.
Kerusakan Komstir
Tidak sedikit pengendara yang tidak menyadari bahwa komstir adalah bagian yang paling menderita akibat jalan berlubang. Benturan diteruskan dari roda ke kemudi melalui bantalan peluru (bearing) di rumah setir. Bola baja di dalam komstir bisa menyebabkan cekungan pada dudukannya. Akibatnya, setir akan terasa “oblak”, berat saat berbelok, atau terasa bergetar hebat saat pengereman.
Baca Juga : Bahaya Mengintai Bila Pelek Motor Peyang Tidak Diganti
Kerusakan Rangka dan Dudukan Mesin
Lubang yang sangat dalam bisa membuat bagian bawah motor menghantam aspal. Getaran frekuensi tinggi yang terus-menerus dari jalan rusak dapat memicu keretakan halus pada titik pengelasan rangka motor. Karet penyangga mesin bisa pecah, yang mengakibatkan getaran mesin terasa sangat kasar hingga ke sekujur bodi motor.