motor kopling

Dampak isi oli mesin berlebih pada motor kopling

Ini Dampak Isi Oli Mesin Berlebih Pada Motor Kopling

Mengganti oli mesin memang sudah menjadi salah satu kegiatan perawatan rutin bagi setiap pemilik motor yang ingin motornya awet, termasuk motor kopling. Agar mesin motor terawat dan dapat memberikan performa maksimal, penggunaan oli mesin pun perlu memerhatikan spesifikasi maupun volumenya.

Jumlah oli mesin yang dibutuhkan mesin motor pun bisa berbeda dengan motor lainnya. Satu hal yang perlu diperhatikan saat mengganti oli mesin adalah pengisian oli mesin yang harus pas. Karena jika oli mesin berlebih, maka dapat berdampak negatif pada mesin motor. Apa saja dampaknya?

Langkah piston menjadi terhambat

Normalnya poros engkol tidak terendam oli mesin agar gerakannya dapat terbebas dari hambatan. Jika poros engkol terendam, hal ini dapat menjadi hambatan dan membuat kerja mesin menjadi lebih berat. Akibatnya piston harus bekerja lebih dari biasanya. Jika hal ini terjadi, ada dua kemungkinan putaran mesin tidak maksimal atau konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.

Baca Juga : Akibat Isi Oli Mesin Motor Berlebihan

Terjadi penurunan kualitas oli

Ketika oli mesin terlalu banyak di dalam ruang engkol, oli mesin pun menggenangi poros engkol.  Akibatnya oli mesin tidak bisa melumasi komponen mesin dengan baik dan gesekan antara komponen mesin berlangsung secara kasar. Hal inilah yang berpotensi menyebabkan penurunan kualitas oli dan keausan komponen menjadi lebih cepat.

Menggangu kopling motor

Pada motor transmisi manual (sport/bebek) dilengkapi dengan kopling basah. Memang kopling ini bekerja maksimal saat terendam oli mesin. Tetapi jika berlebihan, maka kopling akan berpotensi slip dan jika sampai tergenang maka gesekan menjadi semakin besar yang membuat mesin jadi lebih cepat panas. Hal ini berpengaruh ke performa, tenaga mesin berkurang dan membuat konsumsi bahan bakar menjadi semakin boros.



WordPress Video Lightbox Plugin