
11 Agu Dampak Buruk Bobok Knalpot Bagi Lingkungan
Dampak Buruk Bobok Knalpot Bagi Lingkungan
Banyak pemilik kendaraan, khususnya roda dua yang melakukan bobok knalpot. Hal ini bertujuan untuk mendongkrak performa mesin, karena jalur gas buang yang dibuat lebih free flow. Tapi tahukah kamu bahwa membobok knalpot bisa berdampak buruk bagi lingkungan.
Dampak buruk pertama adalah polusi suara. Bobok knalpot membuat suara knalpot jadi lebih nyaring. Hal ini juga yang biasanya menjadi alasan orang untuk membobok knalpot. Padahal suara bising itu berdampak buruk bagi pendengaran lho Bro Deltalube. Selain buruk bagi Kesehatan pendengaran, suara knalpot yang terlalu bising juga melanggar hukum.
Ketentuan mengenai ambang batas suara knalpot, diatur dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Nomor 56 Tahun 2019 tentang Ambang Batas Kebisingan Kendaraan Bermotor Tipe Baru dan Kendaraan yang sedang diproduksi. Motor berkapasitas mesin kurang dari 80 cc maksimal bisingnya 77 dB. Motor 80 cc – 175 cc maksimal 80 dB, dan motor di atas 175 cc maksimal 83 dB.
Jika melanggar, akan dikenakan sanksi karena melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 285 ayat 1 juncto Pasal 106 ayat 3. Sanksinya pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.
Baca Juga : Ganti Knalpot Mobil Aftermarket
Dampak buruk selanjutnya adalah polusi udara. Bobok knalpot akan membuang catalytic converter di knalpot yang berfungsi untuk menetralkan gas berbahaya seperti karbon monoksida (CO), hidrokrabon yang tidak terbakar (HC), dan nitrogen oksida (NOx) menjadi karbon dioksida (CO2), nitrogen (N2) dan uap air (H2O) yang lebih ramah lingkungan. Jika catalytic converter ini hilang, maka gas berbahaya itu bisa bebas ke alam. Dampak buruknya tentu berbahaya bagi kesehatan manusia dan bumi. Ayo peduli lingkungan Bro Deltalube.