Apa Itu Ignition Coil pada Mobil dan Apa Perannya Dalam Sistem Pengapian

Apa Itu Ignition Coil pada Mobil dan Apa Perannya Dalam Sistem Pengapian

Apa Itu Ignition Coil pada Mobil dan Apa Perannya Dalam Sistem Pengapian

Mungkin kita bertanya-tanya, bagaimana aki mobil yang hanya bertenaga 12 Volt bisa memicu percikan api yang cukup kuat untuk membakar bensin di dalam mesin? Rahasianya terletak pada komponen kecil namun vital bernama ignition coil atau populer disebut koil di Indonesia.

Ignition coil atau koil pengapian adalah komponen dalam sistem kelistrikan mobil yang berfungsi sebagai “trafo step-up” atau peningkat tegangan. Tugas utamanya adalah mengubah tegangan rendah dari aki yang hanya 12 Volt menjadi tegangan sangat tinggi yang dibutuhkan untuk menciptakan loncatan bunga api pada busi.

Arus dan tegangan listrik yang telah diproses oleh engine control unit (ECU), kemudian dilipatgandakan tegangannya oleh koil dan kemudian ditransfer ke busi. Loncatan bunga api dari tegangan tinggi di busi ini lah yang menciptakan proses pembakaran mesin. Output tegangan dari koil yang menuju busi bisa mencapai 20.000 – 50.000 Volt! Tanpa adanya koil, mobil kita tentu tidak akan bisa berjalan. Jangankan jalan, mesinnya pun tidak akan bisa hidup.

Lantas bagaimana cara kerja koil sehingga bisa melipatgandakan tegangan listrik? Di dalam sebuah koil, terdapat dua kumparan kawat tembaga yang melilit inti besi. Pertama ada kumparan primer yang terdiri dari sedikit lilitan kawat tebal. Kumparan primer menerima arus 12 Volt dari aki. Kedua adalah kumparan sekunder yang terdiri dari banyak lilitan kawat tipis.

Baca Juga : Tanda yang Harus Dipahami Saat Koil Mobil Rusak

Ketika aliran listrik ke kumparan primer diputus secara tiba-tiba oleh CDI atau ECU, medan magnet di dalamnya runtuh. Runtuhnya medan magnet ini menginduksi tegangan yang sangat besar pada kumparan sekunder. Proses ini disebut induksi elektromagnetik, yang kemudian dialirkan ke busi.