oli mesin

Waspadai Perubahan Viskositas Oli Mesin

Penyebab dan Risiko Penurunan Viskositas Oli Terhadap Mesin

Viskositas oli mesin merupakan faktor yang penting untuk diketahui pengguna saat memilih oli mesin. Di lain sisi, oli mesin pun dapat mengalami perubahan viskositas. Perubahan  viskositas oli mesin merupakan salah satu unsur penting yang perlu diperhatikan. Perubahan viskositas yang diakibatkan suhu merupakan sesuatu yang dapat diterima.

Termasuk pada oli mesin yang baru, viskositasnya pun bisa berubah sesuai dengan suhu. Bahkan di spesifikasi juga biasanya disebutkan berapa viskositas dinamis pada suhu 40 derajat Celcius dan 100 derajat Celcius. Viskositas oli mesin pada suhu 100 derajat Celcius selalu lebih encer dibanding pada suhu 40 derajat Celcius. Nah, perlu diwaspadai hal apa saja penyebab dan risiko terhadap mesin jika viskositas oli mesin menurun?

Penyebab:

  1. Pemecahan karena panas pada molekul oli. Panas yang berlebihan dapat membuat oli mesin terurai atau bereaksi karena panas. Hal ini membuat molekul oli menjadi lebih kecil sehingga lebih encer.
  2. Penguraian VI improver, terutama terjadi pada oli mesin multigrade, dimana aditif penambah viscosity index terurai atau bereaksi karena panas.
  3. Tercampur bahan bakar. Oli mesin bisa menjadi lebih encer karena bahan bakar masuk ke ruang mesin, bisa akibat kebocoran ruang bakar.
  4. Tercampur dengan oli mesin lain dengan viskositas lebih rendah.

Baca Juga : Mana yang Lebih Baik? Oli Single Grade atau Multi Grade?

Risiko terhadap mesin:

  1. Berkurangnya lapisan film yang berada di permukaan logam yang dapat membuat gesekan antar logam menjadi kasar dan mempercepat keausan mesin.
  2. Meningkatnya friksi atau gesekan sehingga mengurangi tenaga dan menghasilkan panas berlebih.
  3. Meningkatkan kemungkinan kontaminasi partikel.
  4. Kegagalan perlindungan mesin pada kondisi temperatur tinggi atau beban berat pada saat start atau melepas gas.