
24 Jun Perbedaan Fungsi Oli Transmisi dan Oli Mesin di Mobil, Jangan Sampai Keliru
Perbedaan Fungsi Oli Transmisi dan Oli Mesin di Mobil, Jangan Sampai Keliru
Bagi pemilik mobil, istilah oli tentu sudah tidak asing lagi. Namun, tidak sedikit yang masih menganggap semua jenis oli pada kendaraan memiliki fungsi yang sama. Faktanya, pelumas pada kendaraan dibagi berdasarkan komponen spesifik yang dilindunginya. Dua yang paling krusial adalah oli mesin dan oli transmisi.
Meski sama-sama cairan pelumas, keduanya memiliki karakteristik, fungsi, dan lingkungan kerja yang sepenuhnya berbeda. Salah pengisian bisa berakibat fatal pada performa hingga kerusakan permanen komponen kendaraan Anda.
1. Fungsi Utama
Perbedaan paling mendasar terletak pada tugas utama masing-masing oli di dalam sistem mekanis kendaraan. Oli mesin dirancang untuk bekerja di dalam jantung pacu kendaraan seperti cylinder, cylinder head, dan crankshaft. Lingkungan kerja oli mesin sangat ekstrem karena harus berhadapan langsung dengan suhu tinggi hasil pembakaran.
Fungsi oli mesin yang paling utama adalahm encegah keausan pada piston, dinding silinder, dan crankshaft. Oli mesin juga berfungsi untuk menyerap panas berlebih dari proses pembakaran dan membawanya kembali ke bak penampungan. Ia juga berfungsi untuk menjaga kebersihan mesin dengan cara mengikat kotoran, gram besi, dan sisa karbon pembakaran agar tidak mengendap. Terakhir, oli mesin juga berfungsi untuk melindungi komponen internal mesin dari korosi dan karat akibat kelembapan.
Sementara oli transmisi atau gear box bertugas di dalam sistem penyalur tenaga, baik pada sistem manual, otomatis konvensional, maupun CVT. Oli ini bekerja di lingkungan yang minim panas pembakaran, namun menghadapi tekanan mekanis yang sangat tinggi.
Fungsi oli transmisi yang utama adalah untuk mencegah gesekan antar-gigi yang bertingkat saat perpindahan kecepatan. Pada transmisi otomatis, oli transmisi berguna untuk mengatur tekanan hidrolik yang diperlukan untuk proses perpindahan gigi.
2. Formulasi Aditif
Oli Mesin kaya akan aditif deterjen sebagai pembersih jelaga dan disperan untuk mencegah penggumpalan kotoran sisa pembakaran.
Oli Transmisi kaya akan aditif anti-wear dan extreme pressure seperti sulfur dan fosfor. Aditif ini membentuk lapisan film yang sangat kuat untuk menahan tekanan jepitan antar-roda gigi agar logam tidak langsung beradu.
3. Dampak Jika Tertukar
Jika penggunaan oli mesin dan oli transmisi yang tertukar, tentu sangat berbahaya bagi keduanya. Oli transmisi biasanya menggunakan kekentalan atau viskositas yang lebih kental dari oli mesin. Jika oli mesin diisi oli transmisi, kerja pompa oli akan semakin berat serta potensi oli tidak bisa mencapai ke celah sempit.
Baca Juga : Pahami Beda Kuras dan Ganti Oli Transmisi Matic Mobil
Lain halnya jika oli mesin yang diisi ke transmisi, karena viskositasnya yang rendah berpotensi tidak bisa memberikan perlindungan anti-gesek yang maksimal. Apalagi di transmisi otomatis, kekentalan yang berbeda jauh dari spesifikasi berpotensi tinggi membuat tekanan jadi tidak sesuai dan perpindahan gigi bisa jadi kacau. Jadi, pastikan dan baca kemasan sebelum mengganti oli ya.