
07 Jan Penyebab Utama Oli Motor Sampai Habis
Penyebab Utama Oli Motor Sampai Habis
Penyusutan volume oli pada mesin sepeda motor merupakan fenomena yang bisa dibilang lumrah. Meskipun sedikit, penurunan volume adalah hal normal karena oli berfungsi untuk melumasi dan mendinginkan komponen. Lain halnya saat penurunan volume yang drastis atau terlalu cepat, boleh curiga telah terjadi masalah mekanis yang memerlukan perhatian. Secara teknis, oli mesin dapat berkurang melalui dua mekanisme utama yaitu pembakaran dan kebocoran.
Pembakaran
Ini adalah penyebab paling umum dari oli yang berkurang secara signifikan, di mana oli masuk ke ruang bakar dan ikut terbakar bersama campuran udara dan bahan bakar. Ring oli berfungsi menyapu kelebihan oli dari dinding silinder dan mengembalikannya ke bak oli. Seiring waktu, tegangan ring berkurang, sehingga tidak menempel rapat pada dinding silinder. Kotoran atau kerak karbon menghambat pergerakan ring di alurnya, menyebabkan ring tidak dapat menyapu oli dengan efektif. Oli yang tersisa di dinding silinder akan terbakar saat proses pembakaran. Saat dinding silinder sudah baret atau permukaannya aus melebihi batas toleransi, celah antara ring piston dan dinding menjadi terlalu besar. Ini memungkinkan oli menyelinap naik ke ruang bakar.
Seal Katup berfungsi mencegah oli yang melumasi mekanisme katup (rocker arm, cam) masuk ke intake port (saat katup intake terbuka) atau exhaust port (saat katup exhaust terbuka) melalui celah batang katup. Jika seal mengeras (karena panas dan usia) atau sobek, oli akan tertarik masuk ke dalam intake manifold oleh vakum mesin atau terbakar saat keluar melalui exhaust port. Ausnya celah batang katup (valve guide) menciptakan celah yang besar antara valve stem dan guide. Meskipun ada seal, celah yang besar ini memudahkan oli melewati seal dan masuk ke ruang bakar, terutama saat kondisi deselerasi.
Kebocoran
Ini adalah penyebab oli berkurang yang paling mudah diidentifikasi karena terlihat adanya tetesan atau rembesan oli pada mesin atau di lantai. Paking yang rusak atau tidak terpasang dengan torsi yang tepat akan menciptakan jalur keluarnya oli. Seperti paking head yang bocor dapat menyebabkan oli bocor keluar atau bahkan bercampur dengan cairan pendingin. Begitu juga dengan paking bak oli sering kali mengalami kerusakan akibat benturan atau pengencangan baut yang tidak merata. Paking tutup klep jadi penyebab rembesan paling umum, terjadi karena paking mengeras dan kehilangan elastisitasnya.
Baca Juga : Bahaya Air Radiator Bercampur Oli Mesin pada Motor
Seal poros engkol dan seal poros roda gigi yang terbuat dari karet ini menahan oli di sekitar poros yang berputar. Panas dan gesekan dapat menyebabkan seal mengeras, retak, atau bibirnya aus, memungkinkan oli merembes keluar saat poros berputar.
Baut pembuangan oli tidak dikencangkan dengan torsi yang benar, atau jika washer (paking tembaga atau aluminium) sudah terlalu pipih dan tidak diganti, oli akan menetes perlahan dari sana.