mesin Getar

Penyebab Dan Solusi Mesin Mobil Bergetar Lebih Saat Langsam

Ini Penyebab Mesin Mobil Bergetar Lebih Saat Langsam

Mesin mobil yang bergetar lebih keras ketika putaran mesin idle atau langsam bisa disebabkan karena beberapa hal. Baik karena masalah pada internal mesin atau kerusakan pada komponen penyangga mesin. Masalah ini sebenarnya bisa terasa ketika putaran mesin dinaikkan lebih tinggi, umumnya mesin bergetar lebih stabil karena proses pembakaran lebih merata. Tapi saat putaran mesin kembali idle, jadi tidak seimbang lagi.

Lalu, apa saja penyebab mesin bergetar saat langsam? Salah satu penyebab mesin mobil bergetar lebih keras adalah akibat proses pembakaran di dalam mesin tidak berjalan secara seimbang. Dikenal sebagai mesin pincang, biasanya disebabkan karena ada misfiring pada salah satu silinder mesin. Sehingga efeknya mesin bergetar secara berlebihan.

Misfiring dapat disebabkan karena ada salah satu busi yang tidak berfungsi. Bisa juga karena salah satu injektor bahan bakar tidak berfungsi semisal tersumbat. Solusinya, melakukan pengecekan komponen yang rusak, apakah dari busi atau sistem injeksinya.

Baca Juga : Pahami Fungsi ECU Pada Mesin Injeksi

Keausan komponen mesin juga bisa jadi penyebab. Komponen yang dimaksud adalah komponen utama mesin. Seperti blok silinder, katup, dan piston. Komponen-komponen ini memiliki dampak cukup besar terhadap performa mesin. Bila salah satu komponen mengalami keausan maka muncul beberapa gejala seperti suara kasar dan getaran mesin cukup keras.

Masalah keausan ini biasanya terjadi hanya pada mesin dengan usia pakai  di atas 60 ribu kilometer pada odometernya. Solusinya, diselesaikan dengan melakukan overhaul (turun mesin) dan mengganti komponen internal mesin dengan yang baru.

Penyebab lainnya adalah engine mounting yang sudah aus atau rusak. Sebagai komponen yang menyangga mesin agar tetap diposisinya di dalam ruang mesin, terdapat 3 – 4 engine mounting.

Komponen ini dirancang fleksibel sebagai cara untuk meredam getaran mesin sehingga tak sampai ke kabin. Tapi jika engine mounting sudah getas atau retak, dapat berdampak pada peredaman guncangan mesin yang tak lagi optimal. Sehingga getaran mesin pun lebih terasa.

Solusinya, periksa kondisi engine mounting secara visual. Baik itu robek atau getas karena sering terkena oli dan kotoran. Jika hal ini terjadi, disarankan untuk mengganti engine mounting yang sudah tidak layak pakai.

 



WordPress Video Lightbox Plugin