
25 Nov Panduan Mengganti V-belt Motor Matic Sendiri di Rumah
Panduan Mengganti V-belt Motor Matic Sendiri di Rumah
V-belt adalah komponen krusial dalam CVT motor matic. Fungsinya seperti rantai pada sepeda motor manual. Selain menghantarkan tenaga, v-belt motor matic juga memaikan peranan penting dalam sistem CVT. V-belt bergerak naik-turun untuk menentukan ‘rasio’ transmisi yang sesuai. Karena kerjanya yang berat, maka v-belt mesti sering dicek kondisinya. V-belt memiliki umur ideal di kisaran 25.000 km atau 2 tahun pemakaian. Nah jika kalian berencana untuk ganti sendiri v-belt motor matic, simak tutorialnya berikut ini.
Hal pertama yang harus disiapkan adalah perkakas. Siapkan kunci T 8 dan 10 mm untuk membuka bak CVT. Kemudian siapkan kunci sok 17, 19, 21, 22, 24 mm untuk membuka mur puli depan dan belakang. Sesuaikan ukuran kunci sok dengan ukuran mur motor kalian. Karena setiap brand motor, biasanya berbeda. Namun ukurannya tidak jauh melenceng dari ukuran 17, 19, 21, 22, 24 mm. Siapkan juga tracker atau special tool untuk membuka puli dan dan belakang. Tracker CVT ini sudah banyak dijual di bengkel ataupun toko online.
Jika perkakas sudah lengkap, langkah selanjutnya adalah pembongkaran. Buka bak CVT menggunakan kunci T 8 atau 10 mm. Pastikan semua bautnya sudah terlepas agar bak CVT bisa dibuka. Selanjutnya buka mur puli depan menggunakan kunci sok ukuran 17 atau 19 mm dengan bantuan tracker. Kemudian lepaskan puli kipas depan, lalu lepaskan v-belt dari puli depan. Hati-hati jangan sampai ring pada bosh puli depan hilang atau tertukar. Hapalkan posisi ringnya ya Bro Deltalube. Untuk penggantian v-belt, rumah roller tidak perlu dilepas.
Langkah selanjutnya adalah buka mur puli belakang menggunakan kunci sok 19, 21, 22, atau 24 tergantung sepeda motor kalian dibantu dengan tracker CVT. Jika mur sudah terlepas, lepaskan ring dan mangkok kopling, dilanjut lepaskan puli belakang beserta v-belt yang masih menempel di sela puli belakang. Tarik v-belt ke arah belakang untuk melepaskannya. Untuk memasang v-belt, masukan v-belt ke celah di puli belakang. V-belt harus masuk maksimal ke dalam celah tersebut, agar bisa terpasang dengan mudah di puli depan. Caranya dengan menarik puli sliding ke arah dalam agar celah membesar, dan v-belt bisa masuk ke dalam.
Selanjutnya pasang kembali puli belakang ke as gear box, dilanjut dengan memasang kembali mangkok kopling. Pasang ring mangkok kopling lalu pasang murnya. Kencangkan secukupnya saja terlebih dahulu. Selanjutnya pasang v-belt di bosh puli depan, dilanjut dengan memasang puli kipas bagian depan. Pastikan puli kipas menapak sempurna dengan bosh puli depan dan tidak tertahan v-belt. Itulah mengapa v-belt harus masuk ke dalam puli belakang, agar tidak menjepit puli kipas depan saat dipasang. Jika puli kipas dipaksakan miring, drat kruk as bisa rusak saat mur puli depan dikencangkan.
Baca Juga : V-Belt Motor Matic Aftermarket Vs OEM
Langkah selanjutnya adalah memasang mur puli depan lalu kencangkan dengan bantuan tracker CVT. Jangan lupa untuk mengencangkan juga mur puli belakang. Sebelum memasang bak CVT, hidupkan motor untuk menegangkan v-belt agar bak CVT bisa terpasang. Cek juga apakah puli depan berputar seimbang dan tidak goyang kanan-kiri. Kalian juga bisa putar gas sedikit, untuk memastikan gerak naik-turun v-belt lancar di puli depan dan belakang. Jika semua sudah dirasa aman, lanjut pasang kembali bak CVT menggunakan kunci T 8 atau 10 mm. Selamat mencoba Bro Deltalube.